Wednesday, May 13, 2020

,

Sketching as Stress-reliever

Setahun terakhir, saya mulai membiasakan diri belajar sketsa. Awalnya semi dipaksa sama teman pas kita lagi hangout di coffee festival. Dari gak paham dari mana mulai sketsa, dari yang bingung pake drawingpen apa pensil tapi tetap gak paham makenya gimana, sampe akhirnya memberanikan diri posting di ig biar kelihatan progess nya, biar dapat masukan juga dari orang yang lebih paham.



Selama WFH, saking ribet tapi bikin suntuknya kerja di rumah, balik-balik ke sketsa lagi. Kali ini, ngikutin salah satu akun sketsa paling kece di ig dan youtube. Kebantu sekali ketika gak paham harus narik garis kemana, eh si artistnya buat step-by-step cara sketsa sesuatu. Ah. bahagia jadinya ketika satu sketsa selesai dalam waktu 10-15 menit dengan hasil maksimal menurut saya.



Eh ga taunya, selama menghabiskan waktu dengan sketsa, sebagain beban pikiran (yang seolah banyak gitu hehe) hilang sebagian, perlahan-lahan. To the point tiap malam kalau gak bisa tidur buka buku sketsa 10-15 menit aja, gerak-gerakin tangan seolah pinter gitu sketsanya, trus baru bisa tidur.

Awalnya cuma bisa sketsa yang bentuknya lurus-lurus aja. Pelan-pelan nyoba yang berbeda. Awalanya (dan masih sebenarnya) setiap sketsa diwarnai dengan kopi instant, belakangan makin suka dengan sketsa yang hanya hitam putih, digambar dan diwarnai hanya dengan drawing pen.

Dua foto terakhir jadi sektsa terfavorit pada masanya. Rasanya lucu aja kalau serba japanese gitu.  Seru aja sketsa sesuatu kayak di manga hehe. Alasannya sederhana sekali ya kan :D 




Kalau kalian, yang bisa dijadiin sebagai stress reliever kira-kira apa?
Feel free to share yak :)

Continue reading Sketching as Stress-reliever