Saturday, February 1, 2020

,

November, Akhir Untuk Sebuah Awal

Putusan akhir november diambil dengan pertimbangan yang terbilang tidak ada. Tiba-tiba saja tanggal di pertengahan bulan ini dipilih jadi tanggal bersatunya dua keluarga.

Terlalu lama ketika menunggu, ternyata terlalu cepat ketika melihat kesiapan yang semakin mendekati hari semakin banyak yang belum tercapai. Drama bermunculan, layaknya segala jenis permasalahan yang hadir ke permukaan semakin mendekati hari sakral itu.

pink and white, kompakan dengan dinding kampus
Pink and White, Kompakan dengan dinding kampus haha


Undangan disebar, online tentunya. Banjirnya ucapan selamat dan doa, disertai dengan kalimat-kalimat mempertanyakan. Adakah siapapun di luar sana, yang mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya tanpa mempertimbangkan, walaupun sebentar saja? pasti dipikirkan sedemikian rupa. Seringnya, kita terlupa dengan hal-hal baik di sekitar kita, ketika sedikit saja yang buruk menghampiri, yang baik-baik segera terlupakan. Istighfar, shalawat, tak boleh terlewatkan.

D-Day

Setelah sehari sebelumnya saya kelewat senang ketika kedua tangan dihias merahnya henna yang memakan waktu cukup singkat dibanding dengan yang seringnya saya liat, maka di hari ini saya harus bangun pagi-pagi sekali dan mempersiapkan wajah ini untuk dipoles sedemikian rupa. Duh, cobaan sangat berat. Makeup, baju serba soft pink dihias sedikit supaya tidak terlalu membosankan. Deg-degan? banget. Deg-degan bercampur kesal ketika keluarga ngaret sedangkan keluarga mempelai pria sudah duluan standby di mesjid. Duh

Prosesi akad berjalan cepat, itungan menit status pun berubah, sah Alhamdulillah.

Ijab
Ijab. 


Kita berdua? Kayak teman yang tadinya dipisahin tempat duduk trus barengan lagi :D . Ajaib memang dua bocah yang menikah ini.

Sudah selayaknya setelah akad ya foto dengan keluarga - kerabat yang jumlahnya alhamdulillah ramai sekali, trus pasti ada juga semacam postwed. Kita juga sama. Tapii... saya yang paling gak suka difoto ini terus-terusan ngeluh dan minta fotonya dicukupkan. Gak mampu anak mudi ini :D. Alhasil, foto kita terbatas sekali haha.

berswafoto dengan kakak dan ponakan
Dengan kakak dan ponakan, swafoto dulu sekejap


Alhamdulillah for every single thing

Setelah sah, maka drama-drama rumah tangga tentunya bermunculan satu-persatu. Tapi tetap bersyukur, apapun kondisinya, semoga Allah mudahkan segalanya.

Terima kasih untuk semua yang udah datang, mendoakan, maupun yang berhalangan dan mengirimkan doa. Smoga Allah mengijabahnya.



*ditulis di hari ke 76 pernikahan hehe





0 comments:

Post a Comment