Menyalurkan Hobi dengan ZenFone Max Pro M2

March 12, 2019

Ditanya perihal hobi, jawaban saya yang paling konsisten pastilah traveling ataupun ngopi. Bahkan diskusi akademik ataupun ngobrol santai dengan mahasiswa pun kerap saya lakukan di warung kopi. Santai, tapi berisi. Itu intinya.

Awal semester biasanya saya dan rekan-rekan mulai kebingunan nyari asisten di tiap mata kuliah yang diampu. Begitu juga semester ini, beberapa asisten handalan sudah berangkat untuk KPM di perbatasan provinsi. Kalang kabutlah saya merekrut (baca : membujuk) beberapa mahasiswa yang saya yakini memiliki kemampuan yang cukup untuk menjadi asisten. 

ZenFone Max Pro 2
ZenFone Max Pro 2

Saya tiba di warung kopi sebelah jurusan, tujuannya bukan hanya sekedar ngopi, tapi membujuk para calon asisten ini. Beberapa mahasiswa terlihat asik dengan smartphone mereka masing-masing. Yang paling bikin takjub, satu mahasiswi yang saya kenal cukup kalem pun terlihat "gagah" bermain di smarphone nya. Dia hanya tertawa melihat tatapan saya yang mempertanyakan hobi main game nya. Saya masih menanggapinya dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya, seriusan ini? Bukan mempertanyakan perihal perempuan bermain game, tapi mungkin, dan bisa jadi, saya terlalu shock melihat mahasiswi super kalem ini di dunianya yang lain. Shock, tapi juga takjub. 

Perhatian saya sempat teralihkan gegara si mahasiswi, padahal dari awal tujuan jelas, berharap mereka bisa meluangkan waktu 1-2 jam setiap minggunya untuk bisa membantu saya di laboratorium. Pembahasan ini mungkin tidak layak dibahas hari ini, dan ini salah saya juga yang menyapa mereka ketika lagi asik-asiknya main game tadi. 

Salah datu dari mereka tanpa sengaja melihat smartphone yang saya letakkan di meja. 

" Cieee Ibu hape baru" , ujar salah satu dari mereka. 

Bentar, kedengaran aneh ya ada mahasiswa bicara dengan kalimat seperti ini. Hehe. Ini adalah jenis kalimat yang paling sering mereka gunakan di jurusan kami. Mungkin karena baik dosen maupun staf umurnya masih di pertengahan 30-an, bahasa komunikasi kami bisa dikatakan santai dan approachable

Main game dengan ZenFone Max pro M2

Komentarnya saya tanggapi dengan cengiran. 

"Pro M2 ?", tanya si mahasiswi tadi, dengan raut muka terkejut. Saya jawab dengan gelengan kepala

"Pro M1", lanjut saya, saya menyerahkan smartphone padanya yang sedari tadi sudah menjulurkan tangannya, mau pinjam sebentar maksudnya.

Si mahasiswi dengan semangat berkomentar tentang ZenFone Max Pro M2 , seri terbaru dari Asus, alias smartphone seniornya yang saya punya hehe.  ZenFone Max M2 punya baterai besar yakni 4.000mAh, artinya bisa main lama banget. Kebahagian hakiki ini katanya buat gamer. Trus yang bikin asik lagi,  layarnya 19:9 resolusi HD+ , sistem operasi pure Android Oreo 8.0 yang sangat ringan untuk bermain game. Ia juga punya prosesor terbaru yang kencang tapi hemat energi, yaiut Qualcomm Snapdragon 632, diatas processor Snapdragon 625. Kalau yang seri lamanya aja dikenal punya performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas, kebayang lagi seberapa bagusnya Snapdragon 632. Satu lagi yang paling penting untuk pecinta game yang masih berstatus mahasiswa seperti mereka, harganya yang sangat terjangkau. 

Gamer, pasti punya sudut pandang yang lain daripada saya yang memanfaatkan smartphone untuk komunikasi dan mengabadikan momen. 

Cantiknya hasil foto dengan ZenFone Max Pro M2

Mahasiswa lain ikut menimpali, kalau hasil foto yang dihasilkan smartphone ini juga sangat cantik. Pengaturannya tidak terlalu sulit, fiturnya semakin beragam, dengan berbagai pilihan tentunya. Mau foto professional, bisa aja, walaupun cuma dengan smartphone

Mereka tau hobi saya yang suka bepergian ke pulau kecil di sekitar Aceh, apalagi beberapa waktu lalu keikut sertaan saya pada volunteer  trip untuk mengajar di pulau. Seandainya saya punya smartphone yang memadai waktu itu, akan banyak sekali momen-momen cantik yang bisa diabadikan ketika sedang bersama siswa-siswa smp di pulau sana.

"Mungkin di IT Fair berikutnya kita buat lomba game, trus hadiahnya ZenFone Max Pro M2 ini, pasti rame yang ikutan" , ujar saya sambil tertawa. Yang lain ikut mengangguk dengan setengah berharap lombanya beneran akan di buat di semester depan. 

"Atau boleh juga bu, Ibu beli smartphone nya, terus di kelas kita buat lombanya, pemenangnya dapat ini" , usul terakhir ini disambut tawa semua. 

Hmm, bisa dipertimbangkan? :D



















You Might Also Like

0 comments