Akhirnya, Gramedia...

January 28, 2018


Hiruk pikuk *halah yang disebabkan karena kehadiran Gramedia di Banda Aceh bisa dikatakan mulai mereda. Kalau diawal-awal dulu tiap mau kesana harus mikir beberapa kali, sekarang lebih nyaman mau datang kapan aja.

Akhirnya, Gramedia hadir juga di Banda Aceh ^^

Gramedia Aceh | Src : meulancong.com


Sebagian orang melihat kehadiran gramedia ini layaknya lahirnya sebuah mall nan kece dan kekinian, dan ujung-ujungnya hanya jadi tempat hangout. Belum lagi setiap sudutnya terbilang cukup instagramable . Dan ini terlihat di awal pembukaan Gramedia Aceh ini.

Bagi sebagian lainnya, kehadiran gramed itu layaknya musim dingin yang biasanya cuma beku menggigil. Sekarang ? lebih sedikit hangat dan berwarna dengan hadirnya salju di musim itu. Girangnya melihat gramedia, sama ketika pertama kali melihat salju dulu.


Kumpulan buku di gramedia Aceh
Kumpulan buck di gramedia Aceh


Secara pribadi, saya menganggap gramed juga salah satu tempat hangout yang menyenangkan. Dikelilingi ilmu dari berbagai bidang, suasana yang memang tidak seperti perpustakaan, tapi bikin betah ngadem di sana lama-lama.

Dan yang paling utama, saya tidak perlu keluar kota - ke kota besar lainnya- hanya untuk mencari buku dari penulis favorit, atau menghabiskan uang yang tak sedikit demi mendapatkan bacaan berbahasa inggris di toko buku sekitaran bandara, ketika sedang bepergian dengan pesawat udara.

Warna-warni buku
Warna-warni buku


Ketika akhirnya saya menginjakkan kaki di gramed, melangkah dengan cepat sambil melirik jenis-jenis buku yang dipajang, tangan meraih satu, dua, tiga buku... Rasanya gak sabaran untuk ke kasir dan membayar beberapa buku yang begitu saya lihat yakin harus saya beli. Syukur, niat itu sirna karena isi dompet tak memadai :D
Tapi dibalik semua itu, ada satu hal yang nempel di kepala; bagaimana dengan toko-toko buku lainnya ?

You Might Also Like

2 comments

  1. Di gramed bukunya bisa minta disampulin nggak? Di toko buku lain di BNA kan bisa minta disampulin yak.

    ReplyDelete