Pulau Banyak, a piece of heaven on earth

September 04, 2017

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Banyak, gugusan puluhan pulau yang terkenal dengan kecantikan alamnya. Perjalanan yang sempat tertunda beberapa kali ini pun, akhirnya berhasil kita lakukan.

How to get there?

Perjalanan kita mulai dari Banda Aceh.  Rencana awalnya, keberangkatan kita pukul 07.00, namun karena satu dan lain hal, baru sekitar pukul 09.00 kita bergerak meninggalkan Banda Aceh.

Penyeberangan dari Singkil ke Pulau Banyak
Planning kita, perjalanan ini gak langsung menuju Pulau Banyak, tapi sekalian mengunjungi beberapa kota lainnya yang kita lewati. Dari Meulaboh, hingga Aceh Selatan. Sayangnya kita tiba di Aceh Selatan ketika hari sudah gelap, jalan-jalan yang direncanakan sebelumnya harus dibatalkan.

Perjalanan belasan jam hingga akhirnya kita tiba di Singkil. Sempat terfikir untuk berlama-lama di Aceh Selatan, jadinya pagi esok harinya kita langsung ke pelabuhan tanpa harus menyewa penginapan untuk malam itu. Tapi endingnya kita tetap nginap di salah satu penginapan dekat dengan pelabuhan hehe.

Salah satu jenis boat penyeberangan
Salah satu jenis boat penyeberangan
Penyeberangan ke Pulau Banyak juga gak kalah banyak dramanya. Rencananya pagi kita udah nyeberang, eh ternyata boat yang akan kita tumbangi gak ke Singkil pagi itu.  Belakangan bang bewe ngabarin ada boat lain dan kita pun berhasil beresin barang-barang. Eh ketinggalan ternyata haha.. Ya sudah, kita nunggu ferry yang jadwal keberangkatannya siang sambil sebelumnya ngopi dulu - itupun nyari tempat ngopi susah banget, kota ini benar-benar seperti ga ada kehidupan.  Eh g taunya pas lagi nunggu-nunggu, boat yang harusnya kita tumpangi pagi tadi tiba di Singkil . Drama penyeberangan berakhir sudah.

Yang paling menyenangkan itu, boat yang kita tumpangi terbilang kosong dengan hanya 10 penumpang. Jadi berasa boat pribadi. Belum lagi dikejauhan ada lumba-lumba yang menari-nari diiringi suara ombak. Kelakuan kita udah kayak anak-anak dapat mainan kali ya. Jumpalitan kesenangan.

Semilir angin yang cukup hangat pun menemani perjalanan kita siang itu. Pulau Banyak, here we come!

Living with the locals

Begitu sampai di Pulau Balai, kita langsung menuju ke rumah Panglima Laot. Awalnya saya kira ada ritual wajib lapor ke Panglima Laot begitu nyampe, rupanya karena bang @bewe kenal sangat dekat dengan mereka. Kita pun selama di sana makan di rumah mereka, nginap pun harusnya disitu, walaupun kemudian kita pindah ke rumah Keuchik, yang g lain adalah keluarga Panglima Laot tadi haha

Pulau Balai terbilang cukup kecil dengan kepadatan penduduk yang lumayan tinggi. Turis pun gak kalah banyak, jadi makin padat kali ya.

Heaven for Seafood


Untuk pencinta makanan laut, Pulau Banyak lah solusinya. Makan malam pertama di sana, kita dihidangkan makanan yang kalau diluar harganya bisa mendekati 1 jutaan per porsinya. Teammate saya tentu sangat menikmati, rasanya g mau pindah dari meja makan. Saya? Cukup bahagia dengan sate ayam yang rasanya g kalah enaknya hehe.

Makan-makan selanjutnya juga sama. Kita disajikan berbagai macam ikan dan gurita. Karena saya bukan penikmat seafood, jadi g bisa menjelaskan seenak apa. Tapi kebayang lah yaa, kira-kira seenak apa haha



Be one with nature

Duduk di buritan kapal sambil menikmati semilir angin, goyangan pelan kapal, dan pemandangan alam yang tersebar luas sejauh mata memandang adalah beberapa dari sekian banyak hal yang paling saya nikmati dalam perjalanan itu. Walaupun panas terik , kesempatan melepaskan penat sambil memandang laut luas tentu gak bisa dilewatkan begitu saja.


Pagi di Pulau Palambak
Pagi di Pulau Palambak
                            
Setiap Pulau yang kita kunjungi mungkin punya ciri khas tersendiri, seperti pasir di pantainya yang berbeda, tapi semuanya punya satu kesamaan, dikelilingi laut nan biru yang sangat jernih. Betaahh lama-lama di sini. Dan setiap berhenti di satu Pulau, pasti ada nyebur sekedarnya sampe niat bener berenang kesana kemari hehe.

Dalam perjalanan menuju Pulau Panjang, lokasi camping kita hari itu, boat yang kita tumpangi mengalami kerusakan mesin. Dan kita terapung-apung di tengah laut dari siang hingga sore harinya. Mau kembali ke Pulau Palambak pun gak memungkinkan. Padahal jaraknya cuma selemparan batu saja *halah



Panas-panasan, tapi seruuuu
                                 
What the best is, dalam kondisi yang bisa dikatakan merusak rencana-rencana perjalanan kita, g ada satupun yang mengeluh ketika tau boatnya bermasalah. Ada yg tiduran dengan baju basah dan berharap kering ketika bangun nanti, ada yang menghabiskan waktu dengan memancing, main guitar, tiduran di hammock - yg diikat di boat- , ada yg tetap fokus dengan kameranya.

Nemu team seperti ini, yang g ngeluh, g macam-macam itu sulit pastinya, bersyukur bisa ke Pulau Banyak bareng mereka, yang santainya kelewatan santai hahaha

Camping di Pulau
Camping di Pulau
                               
Oiya..selama di Pulau Banyak, kita camping dan menikmati sunset dan sunrise, menikmati seafood yang sangat bervariasi, menikmati alam yang sejauh mata memandang, naik ke mercusuar, main laut sepuas hati. Senangnya g terkira pastinya haha

Biayanya gimana?

Total biaya yang kita habiskan Rp. 1,500,000,- tidak termasuk dengan biaya makan selama perjalanan ke Pulau Banyak, dan biaya penginapan semalam di Singkil. Totalnya kayaknya g sampe 2 juta-an .

Mahal? Dengan akomodasi dan kondisi yg kita dapat selama perjalanan , jumlah pembayaran ini terbilang murah. Mau lebih murah? Mungkin dengan bawa Mobil pribadi kali yaaa. Dari 1.5 ijt tadi, 500an cuma untuk biaya transport darat Banda Aceh - Singkil. Kebayang kan yaa

Full team in One Frame
Full team in One Frame
                                 


Walaupun perjalanan jauh dan cukup melelahkan, kayaknya akan balik kalau ada kesempatan lagi.. Semoga ! :)

You Might Also Like

2 comments

  1. pernah denger namanya aja sih eh ternyata pemandangannya bagus banget ya


    anggiputri.com

    ReplyDelete
  2. Asli pengin deh berkunjung ke pulau2 kecil di Indonesia. Lagi penat sama kota besar, hehe.. doain bisa kesana yaa

    ReplyDelete