Batu dan Safir, Berkelana Hingga Ke Ujung Sumatera

September 05, 2017

Safir, atau Bang Safir adalah seorang pegiat seni - jika saya boleh menyebutnya  seperti itu- asal Bekasi, Jawab Barat.  

Saya (dan teman-teman) berkesempatan bertemu dan ngobrol dengan Bang Safir sambil menikmati Sanger arabica di Kuta Alam Coffee, Banda Aceh beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, perihal Bang Safir dan Batu pernah dibahas di sebuah grup WhatsApp, cuma ya biasalah, ga semua bahasan terperhatikan bahasannya 



Awalnya saya bingung ini abang-abang kenapa lusuh amat ya, bahkan ketika mau dikenalin pun agak-agak bingung mau bereaksi gimana. Parah, belum apa-apa saya udah ngejduge si abang yang setelah tau ceritanya kece bener ternyata. Maafkeun 

Siapa Safir dan Batu?

Bang Safir adalah traveller alias pengelana yang berjalan kaki dari Bekasi di Jawa Barat sampai akhirnya tiba di Aceh. Sedangkan Batu adalah anjingnya yang sangat setia menemani perjalanan bang Safir sejak umur 3 bulan.


Perjalanan mereka dimulai sejak tanggal 23 September 2016 lalu, bisa dibilang setelah setahun akhirnya nyampe di Aceh, itupun tertahan pula pas mau nyeberang ke Sabang sana. Ceritanya Batu gak bisa ikutan nyeberang karena ada peraturan daerah kalau anjing (salah satunya) ga boleh masuk Sabang. Ya kan kelewatan amat kalau Batu ditinggalin sedang bang Safir lanjut. Sedangkan mereka kan satu paket. Akhirnya Batu harus menjalani pemeriksaan dll, sehat tidaknya, dan Alhamdulillah semalam dapat kabar Batu sehat-sehat aja, tapi belum tau apa bisa ikutan ke Sabang atau gak.

Persiapan keberangkatan

Bang Safir udah mulai latihan fisik, spearfishing dan survival lainnya sejak 2013. Hiiaah..setelah 3 tahun latihan baru akhirnya memulai perjalanan yang udah pasti g mudah. 



Ada gak kejadian menarik selama perjalanan?

Ceritanya, dalam perjalanan ke Banda Aceh, tibalah Bang Safir di lhong. Karena malam dan langit udah cukup gelap, sedangkan di sepanjang jalan g ada perkampungan, bang Safir inisiatif masang hammock di bawah jembatan. Istirahat, biar besok sanggup jalan lagi. Batu pun setia menemani, ngejagain bang Safir dan barang-barangnya. 

Nah, pas lagi istirahat malam itu, ternyata ada yang lagi mancing di bawah jembatan dan mungkin kaget kali ya, itu siapa kok sama anjingnya bermalam di bawah jembatan pula, melaporkan ke penduduk setempat. Hampir aja bang Safir digerebek, kalau g ada temannya dari desa terdekat yang emang lagi nunggu Bang Safir. Si teman ini ngeliat ada gelagat aneh, kok pemuda desa itu udah rame ngumpul. Alhamdulillah si teman sempat nanya-nanya kali ada penduduk disitu yang ngeliat orang dengan ciri-ciri bang Safir. 


Makan Mie Aceh sama bang Safir, doc : @kakilasak*

Singkat kata, alhamdulillah gak jadi digerebek, eh kalah bang Safir diajak makan bareng sama tokoh masyarakat di desa itu. Lega.

Selama perjalanan bang Safir g nginap di hostel ataupun losmen. Perlengkapan yang dibawa cuma hammock dan flysheet. Tapi kalau ketemu perkampungan, kadang nginap di desa tersebut, bahkan pernah nginap di rumah kepala desanya. 

Sikap masyarakat yang desanya bang Safir lewati gimana? 

Satu fakta yang menarik, well… gak bisa dibilang penelitian atau survey yang valid, sikap masyarakat terhadap bang Safir dan Batu itu sebanding dengan seberapa jauh teknologi masuk ke daerah tersebut. Yang paling welcome itu daerah terpencil, yang internet belum masuk..trus daerah yang memang udah sangat maju - internet udah biasalah. Sedangkan daerah yang kondisinya diantara kedua kondisi tadi lebih sering panarpid dengan kedatang orang asing, bawa anjing, rambut gondrong, agak kumal pula tampangnya ya Kan :D 
   
Rencana selanjutnya gimana?

Nunggu kepastian Batu bisa ikut dibawa ke Sabang. Rencananya tanggal 23 September, sekalian perayaan setahun berjalan kaki, di KM 0, bareng Batu.

Perjalanan ini juga g sekedar perjalanan buat keren-kerenan, biar kesannya kece aja. Tapi sepulangnya dari perjalanan ini, bang Safir akan mengadakan pagelaran seni karyanya dia yang dia dapatkan selama perjalanan ini. Baik itu dalam bentuk foto, video, barang-barang yang dia dapatkan dan ada kisah dibaliknya pun akan ikut dipamerkan di sana. Pamerannya nanti akan diadakan di Gudang Sarinah Pancoran.


Penasaran lebih lanjut kisah bang Safir dan Batu - yang kabarnya lebih banyak fans nya?? Sila dicek instagramnya bang Safir di @safirislami 

All the best untuk Bang Safir dan Batu. Kalian kereeeennnn


*All pictures are taken from bang Safir @safirislami*

You Might Also Like

4 comments

  1. Waah keren banget. Jalan setahun dari Bekasi ke Aceh. Salut buang Bang Safir

    ReplyDelete
  2. keren banget kisah perjalanannya bang safir. Bang safir ada nerbitin buku kisah perjalanannya gak ya? soalnya kisah perjalanannya menarik menurut aku.

    ReplyDelete
  3. wah keren, pasti pengalamannya kalau dibukukan akan menarik banget.

    ReplyDelete
  4. wah Bang Safir luar bisa, ditunggu karyanya bang safir :)

    ReplyDelete