Menikmati Indahnya Alam dan Suguhan Kopi di Tanah Gayo

July 04, 2017

Udah dari kapan tau saya penasaran dengan Takengon dan daerah-daerah di sekitarnya di kawasan tengah Aceh, padahal salah satu anggota keluarga menikah dengan orang sana, tapi setelah sekian lama, yang bahkan kadang sampai merengek minta ikut pun, rencana ya tinggal rencana. Awal mei si kakak udah rencanain untuk semingguan itu main ke daerah sana, berhubung dianya masih ada cuti. Sayangnya, lagi-lagi, rencana perjalanan si kakak, saya yang akhirnya jalani

Perjalanan saya ke Gayo ini benar-benar beda dari perjalanan lainnya dengan teman-teman backpacker ini. Ga ada yang namanya itinary yang jelas, perkiraan biayanya, mau kemana aja, balik ke Banda aceh kapan, bahkan siapa aja orangnya baru ketahuan pas udah di lokasi ngumpul sebelum berangkat. Pasrah mungkin lebih tepatnya, saya pengen banget ke Gayo, diajakin sama teman-teman ngetrip, hayuklah. And let them decide the rest of the trip!

Karena agendanya gak jelas (menurut saya) dan gak ada yang dikejar banget, perjalanannya terbilang santai. Lewati sigli, berhenti sesaat di spbu Paru, hingga akhirnya kita istirahat di Bireun. Istirahat sekaligus nonton pertandingan final MU Vs ntah siapa malam itu. Udah lama ga nobar bola, seru aja bisa ngerasain lagi, di warung kopi pula tengah malam buta. Sekitar jam 4 pagi, baru perjalanan kita lanjutkan ke Bener Meriah. Sisa perjalanan, dengan jalan yang cukup rusak, saya tidur dengan antengnya, bahkan sampai gerbang rumah dibuka, saya masih pulas aja

One good – kinda cold morning from Bener Meriah <3

Memang Bener Meriah (BM) gak sedingin yang saya bayangkan, tapi untuk yang baru nyampe dari daerah yang super panas, BM rasanya adem-adem gimana gitu. Berasa kayak awal-awal spring atau autumn. Sejuk-sejuk ngangenin *eh

So, ngapain aja di Gayo?

1. Ngopi

Dari awal nyampe kita udah disuguhin kopi yang diproduksi dan diracik sendiri sama Bang Ian,empunya rumah yang kita tumpangi. Emang beda kalau ngopi sama ahlinya, selain dapat nyicipin segala macam jenis kopi yang diracik dengan teknik berbeda, Bang Ian juga selalu asik ngejelasin gimana proses produksinya, gimana cara ngeraciknya, yang ngebedain satu kopi dan lainnya gimana, kelebihan 1 teknik dengan teknik nyeduh kopi gimana.


mini bar dengan kopi
Mini-bar yang isiya kopiii smua

Walaupun seharian kita di luar, mengunjungi banyak tempat, tetap diusahakan ada ngopi juga. Awalnya sempat mau ke Seladang – salah satu tempat ngopi paling fenomenal yang paing sering saya dengar dari teman-teman yang ain ke tanah Gayo, tapi karena tempat yang kita kunjungi terlalu jauh dan waktu cukup singkat, ngopi di Seladang kita tunda sampe besok, yang ternyata malah tutup – kayaknya karena menjelang puasa.


Suasana ngopi pagi di Bener Meriah
Suasana ngopi pagi di Bener Meriah

Sempat juga mampir ke Aroma, ngeliat sendiri proses pembuatan kopi sampe packagingnya, juga disuguhin kopi yang diracik sama sang ahli. Baru tau kalau asam di kopi (yang mereka suguhin) itu asa buah, ada ya gitu :D

Disuguhin kopi enak di aroma
Disuguhin kopi enak di aroma

Kalau kata Bang Ian, ngopi pake gula itu semacam minum cendol. Sebagai kaum penikmat Sanger,  saya dan teman-teman keesokan harinya nyari “Cendol” di pusat kota. Seperti namanya, cendolnya luar biasa manisnya. Ntah karena selama di sana kita slalu ngopi tanpa gula, begitu kena cendol lindah agak-agak g terima gitu :D

2. Panen!

Dari kebun kopi sampe kebun apel, dari alpukat sampe kacang-kacangan. Bagian ini kayaknya memang jadi target utama kawan-kawan ke tanah Gayo.

Kebun apel di Gayo ini terletak di desa Despot Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Pak Sis namanya, transmigran dari Malang yang membawa bibit apel dari kampong halaman beliau yang kemudian dibudidayakan di desa ini. Ada 5 jenis apel yang dibudidayakan; apel mana lagi ( berwarna hijau kuning), apel ana (merah), apel Australia (hijau), apel rumbiuty (setengah merah setengah hijau), dan apel wanglin.
Selesai panen apel
Selesai panen apel 

Di kebun apel ini, pengunjung bisa membeli apel dengan harga yang terjangkau, bisa petik sendiri maunya yang mana, plus bisa nyuri ilmu dan informasi dari Pak Sis, yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan kita.

Kita sempat mampir di bukit pepanyi, selain dapat berbagai jenis bunga, bisa metik guava, ditunjukin pohon kopi (ceritanya belum pernah liat dari dekat), juga pohon dan buah kesemek.


Pohon Kopi di Gayo
pohon kopi

Sebelum bergerak balik ke Banda Aceh, kita mampir di sebuah desa (yang saya lupa namanya), mengunjungi kerabatnya teman-teman, sekaligus ngambil pesanan alpukat. Gak nyangka ternyata si kerabat tadi punya kebun dengan berbagai macam buah dan sayuran yang bikin ngiler siapapun yang main kesana. Kita pun diajak masuk ke kebun mereka, memanen bahan masakan seperti labu jepang (g tau apa nama lainnya), pucuk labu jepang yang enak banget kalau ditumis, kacang koro, buncis. Itu yag kita petik, yanggak kita sentuh juga gak kalah banyak variannya.


Kalap panen segala macam sayuran
Kalap panen segala macam sayuran

Oya, harga alpukat yang kita ambil dari mereka itu Cuma Rp 4.000/kg .. muraaahhh.. dan kita disediain 18 kg alpukat, labu jepang dengan jumlah yang lebih banyak, kacang dan sayuran. Harganya? Masih muraaahh. Mungkin karena datangnya sama kenalan mereka kali ya :D .

3. Enjoy the nature

Tanah gayo dikelilingi oleh alam yang luar biasa indahnya. Sebut saja 2 yang paling familiar, burni telong dan danau laut tawar. Duduk di pagi hari di depan villa Bang Ian pun kita melihat bukit-bukit menghijau, adem euy, matapun jadi segar ngeliat yang ijo-ijo itu. Didukung dengan udara yang cukup sejuk – walopun semakin siang semakin panas, what else could you ask for :D


Danau Lut Tawar dari kejauhan
Danau Lut Tawar dari kejauhan

Sebagian besar dari teman-teman udah biasa ke tanah gayo, cuma 2 diantara kita yang baru pertama kali. Alhamdulillah akhirnya kita nyamperin danau laut tawar yang super duper cakep itu. Dari kejauhan cantiknya gak terkira, dari dekat langsung jatuh cinta. Cakep bangeettt. Rasanya betah lama-lama di sana, pikiran pun jadi cerah kembali. Foto berkali-kali di sini kayaknya gak akan cukup, seaiknya emang balik lagi suatu hari nanti hehe

Jatuh cinta berkali-kali di danau ini
Jatuh cinta berkali-kali di danau ini

****

Gak salah saya ikut serta di trip dadakan dan gak jelas (itinnya) ini. Sepanjang hari ngerasain udara sejuk, bisa makan berry, bisa ngopi segala jenis kopi, mandangin yang hijau-hijau sepanjang perjalanan, menikmati makanan Gayo, dan bareng team yang kece ini. Belum lagi sepanjang perjalanan pulang, frekuensi ketawanya lebih banyak dari diamnya.

Next trip, ajak-ajak lagi yak! :D



You Might Also Like

2 comments

  1. Uwoooooo.... mupeng ke sana, pecinta kopi soalnya :)

    ReplyDelete
  2. seru banget mbak :) itu alpukatnya murah amat :D

    ReplyDelete