[Review] Kisah Hidup Seorang "Sang O'Hara"

May 08, 2017

Scarlet karya Alexandra Ripley merupakan sequel dari novel Gone with the wind karya Margaret Mitchell. Di novel pertama, diceritakan kehidupan Scarlett di masa mudanya, sedangkan di buku sequelnya, mreupakan kisah hidup Scarlet setelah ditinggal Rhet Butler, suami ketiganya.

Scarlet O’Hara, pemeran utama dalam buku ini, merupakan seorang perempuan kelahiran Amerika, namun leluhurnya berasal dari Irlandia, sebuah negeri bak surga keindahannya. Dari nama lengkapnya, Kattie Scarlet O'Hara Hamilton Kennedy Butler, terlihat jelas bahwa scarelt telah tiga kali menikah dan menambahkan nama setiap suaminya di belakang namanya sendiri. Seumur hidupnya,  ia selalu didekati laki-laki manapun, siap kapan saja bertanding memperebutkan cintanya. Walaupun sudah menikah beberapa kali, cintanya tak pernah lekang terhadap Ashley,seorang laki-laki yang tak bukan adalah suami dari orang terdekatnya, Melly. Sayangnya, ia terlena dengan semua itu, dan menyadarinya ketika ia harus kehilangan suaminya, Rhett Butler, termasuk rasa yang dianggapnya cinta kepada Ashley.

Scarlett by Alexandra Reply
Scarlett by Alexandra Reply


Perjuangan hidup Scarlet bukanlah tanpa masalah. Setelah kematian Melly dan dia ditolak keberadaannya di Atlanta, Scarlet memutuskan mengejar Rhett ke kampu­ng halamannya di Charleston. Segala cara dilakukannya agar Rhett terikat dengannya, dan perceraian dapat dielakkan.  Namun nasib berkata lain, adik kandung Rhet mengetahui permasalahan rumah tangga mereka. Permasalahan lainnya pun muncul akibat kelakuan Scarlett. Akhirnya kedua bibinya yang tinggal di Charleston mengajak Scarlett mengunjungi kakeknya di Savannah. Beruntungnya, rumah sang kakek tidak jauh dari pemukiman keluarga ayahnya, Gerald O’Hara.

Dari pertemuan dengan keluarga O’Hara, Scarlett yang semakin tertarik dengan asal-usul keluarganya memutuskan untuk mengunjugi Irlandia. Rhet yang diharapkan datang menjemputnya pun tak kunjung tiba. Tanpa sepengtahuan Scarlett, surat yang ditinggalkannya di rumah untuk ibu Rhett justru dibakar oleh adiknya. Tak seorang pun di Charleston tau keberadaan Scarlett, kecuali kedua bibinya yang sama-sama mengunjungi sang kakek, yang mengira Scarlett masih di Savannah.

Kedatangan Scarlett di Irlandia disambut dengan suka cita oleh keluarga besarnya. Banyak cerita-cerita tentang ayah dan tanah leluhur ia dapatkan selama berada di sana. Waktu 2 minggu kunjungan pun smapai di penghujung. 

ballyhara castle scarlet o'hara
Ballyhara Castle | Src : here

Dalam perjalanan kembali ke Savannah, Scarlet mendapat telegram yang mengatakan Rhett telah menikah dengan seorang gadis dari Charleston. Dengan kondisi sedang mengandung anak Rhet ia harus mengalami patah hati yang mendalam.  Di sinilah permulaan titik balik kehidupan Scarlett. Ia memutuskan membeli tanah leluhur O’Hara, membangun kotanya, dan memulai semuanya dari nol.  Keberhasilannya membangun, seta ketegasan sikapnya, memuat ia dipanggil dengan sebutan “Sang O’Hara” .

Kisah cinta Scarlett mungkin sangat tragis, namun tingkah laku wanita pemeran utama novel ini bisa dikatakan salah satu penyebab saya malas menyelesaikan novel legendaris ini. Kelakuannya yang luar biasa jahatnya, bagaimana ia memanipulasi banyak hal agar selalu mendapatkan keuntungan. Tak terkecuali saat ia mengejar-ngejar Rhet namun dtawarkan uang dalam jumlah besar. Uang menjadi sesuatu yang tak bisa ia tolak, tentu selain posisi di kalangan atas yang sibuk dengan pesta-pesta nya.
Setengah perjalanan membaca novel ini, sifatnya berubah drastis. Tak lebih karena ia secara resmi ditinggalkan oleh Rhet serta kehadiran si buah hati Cat O’Hara.

Kesiapan Scarlett dalam menghadapi masalah bisa diacungi jempol. Ia selalu berhasil mengambil keputusan di saat-saat genting, termasuk ketika ia memutuskan tinggal dan menetap di Ballyhara, Irlandia. Secara tak langsung, Scarlet bisa dikatakan seorang wanita kuat dari Irlandia. 


Satu hal lainnya yang paling menarik dari novel ini adalah bagaimana penulis menggambarkan setiap sudut latar cerita dengan sangat mendetail. Gambaran-gambaran ini seakan membawa pembaca berada di tempat yang sama, menyaksikan semua dengan seksama. Dari tara hingga Atlanta, Charleston, Savannah, perjalanan ke Irlandia, dan tentu saja Irlandia yang luar biasa indahnya. 





You Might Also Like

0 comments