Ekspedisi Kr. Teunom dengan Ceuraceu Embon-nya

April 09, 2017

Aceh Jaya merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Aceh, yang memiliki segudang pesona yang gak mungkin dilewatkan begitu saja. Sebut saja yang paling sering dilewati tiap travel ke bagian barat ataupun selatan Aceh, puncak Geurutee. Kalau anak-anak sekarang nyebutnya instagramable banget, sambil hangout bareng teman dan menikmati kopi atau kelapa muda, ditambah view yang disajikan berupa gugusan pulau-pulau dan lautan luas.  

Ngopi di Geurutee
Ngopi di Geurutee
Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman berkesempatan melakukan ekspedisi ke salah satu sudut kabupaten ini, lebih tepatnya Krueng Teunom, Aceh Jaya. Ekspedisi ini pun di prakarsai oleh bberapa teman dari trip pulau raya maupun pulau aceh. Selidik puya selidik *halah* ekspedisi ni udah direncanai dari 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah kesampaiannya sekarang, karena kalau 2 tahun yang lalu, saya yang belum kenal mereka pasti gak akan bisa ikutan hehe

Seminggu sebelum keberangkatan, saya dikabari, ditanyain mau ikutan atau gak. Langsung mengiyakan walaupun belum tau itu apa, siapa aja yang ikutan, seberapa jauh lokasinya dari banda aceh, dan budgetnya juga belum ketahuan berapa. Yang penting diajak dan ikut lah

Persiapan Keberangkatan

Target awal jumlah peserta yang ikut adalah 16 orang, dengan pertimbangan dicukupkan untuk sewa 2 boat saja. Hitung-hitungan budget perjalanan malah disusun untuk 20 orang peserta (ditambah penduduk lokal). 1- 2 hari sebelum keberangkatan, akhirnya diputuskan kuota peserta hanya 14 orang, sedang budgetnya berkurang 50 rb dari rencana awal.

The CangPanah Team! | Src : B'Ucok
Faktanya, sampe sebelum keberangkatan cuma 11 orang yang ikut. Alhamdulillah.. di mobil jadi gak desak-desakan hehe

 Let’s go!

Team ekspedisi yang atas usulan bang ucok dan disetujui sama yang lain diberi nama Cang Panah Team ini berangkat jumat malam menuju Lhok Geulumpang, Calang. Jaraknya sekita 130an km dari Banda Aceh. Rencana awal, untuk bisa menikmati alam Teunom lebih lama, kita berangkat jumat pagi / siang. Apa hendak dikata, banyak yang kerja kantoran, yang lain terpaksa mengalah dan berangkat bareng di jumat malam. Perjalanan kita juga gak langung ke Teunom, tapi menginap semalam di salah satu villa di Lhok Geulumpang milik orang setempat yang juga ikut di ekspedisi ini. 

Good morning from Lhok Geulumpang
Good morning from Lhok Geulumpang| Taken by : b'ucok
Pemandangan pagi dari villa ini pun luar biasa cantiknya. Di kejauhan terlihat lautan yang memukau cantiknya. Sayangnya kita harus segera berangkat, jadinya pagi sabtu itu kita cuma menikmati villanya dan keindahan alamnya dari jauh aja. Semoga akan ada kesempatan nginap gratis di villa ini lagi hehe #kodekeras

Perjalanan kita lanjutkan ke desa Alue Jang, di pinggiran Krueng Teunom


Departing from nearby village
Departing from nearby village |  Src : b' Ucok
Dari desa ini, kami menyewa boat masyarakat setempat. Sungguh perjalanan yang menegangkan. Si bapak yang bawa boat berasa lagi bawa speed-boat kali ya. Asik nyebeng-nyebeng aja. Deg-degan aja bawaanya.. yang lain ngeliat juga sih Saya pegangan super erat saking takutnya haha 

on the way to the waterfall
Kelihatan ceuraceunya kan? | Src : bang BW

The girls Squad! | Src : Bang BW
Setelah (sekitaran) 1 jam, kita sampai di depan ceuraceu (air tejun, red) yang kecil tak seberapa mana. Raut kecewa kelihatan jelas. Pengen nanya, ini?? Ini ceuraceunya? Ini ceuraceu tujuan perjalanan kita??? Tapi ditahan karena gak enak sama yg udah ngatur ekspedisi sedemikian rupa haha.  Because they know better
pantai paleng, krueng teunom
Pantai Paleng , tempat kita berkemah 

Pas dibilangin lokasi camping kita itu di seberangnya, cuma bisa pasrah ngikutin aja, secara yang lain udah pada ngerti gimana-gimananya, sedang saya kan pemula dan cuma followernya mereka :p

campsite in Krueng Teunom
campsite in Krueng Teunom
Oya.. walaupun kita masang tenda di situ, sebenarnya itu gak disarankan dan gak aman. Kalau air bah datang, kita gak akan bisa lari nyelamatin diri kemana-mana, di sekeliling kita cuma tebing menjulang tinggi.  Tapi yang bikin gak kepikiran sama sekali soal air bah ini, karena  ada orang desa yang dampingi kita, setidaknya mereka pasti lebih ngerti kondisi alam disitu

So.. bisa ngapain aja selama di Kr.Teunom?? 

Bisa duduk-duduk santai di depan tenda, sambil ngunyah kuaci *yang kayaknya selalu ada di tiap trip* , bisa ngopi-ngopi, bisa berenang di air sungai yang belakangan semakin menyoklatkan diri, beda-beda tipis warnanya dengan sanger, bisa mancing *iya kah??* Bisa ke ceuraceu embon, bisa bakar api unggun, bisa lain-lain lah pokoknya

Setelah makan siang kita lanjut perjalanan dengan boat. Sayangnya lokasi yang dituju tidak mungkin dilewati karena masyarakat udah ngelempar jala untuk nangkap ikan di kawasan itu, dan kita berbelok ke salah satu daratan (agak) tinggi dan bergoa. Foto-foto sekejap, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Ceuraceu Embon, pas di depan lokasi tenda kita dirikan.

Pengalaman mengerikan lainnya udah menanti. Setelah di awal saya sempat kecewa ngeliat air terjunnya, ternyata eh teryata there is something indescribable waiting for us.

Ceuraceu Embon

Untuk sampe ke Ceuraceu Embon, kita harus ngelewati batu-batu tajam, runcing dan licin. Makin serem karena baru-baru ini sering kali dengar berita ular-ularan. Kebayang terus yang bukan-bukan. Dengan bantuan never ending dari yang lain, akhirnya nyampe juga di air terjun super duper kece yang menjulang ke langit. Serem diawal terbayarkan sudah. Kalau biasanya rada malas berbasah-basah ria, kali ini emang niat kali buat duduk di bawah air terjun, basahin diri. Kalau bisa gak pindah-pindah dari disitu. “Berendam” di air yang jernih, bersih, dingin, rasanya capek-capek kerja selama ini *halah* ilang seketika.

Foto-foto keluarga? Ya iya.. udah nyampe sini harus ada foto keluarga cang panah. 

Foto Keluarga Cang Panah
All team under Ceuraceu Embon  | Src :Dedek
Kalau seandainya langit sore itu gak mendung, mungkin kita akan berlama-lama di sini. Padahal udah agak gemetar kedinginan, tapi godaan duduk di bawah air terjun emang gak bisa dihindari. Belum lagi gaya-gaya macam semedi, ah..banyak kali gaya pokoknya. Sekitar ashar, kita turun dan nyebrang ke lokasi camping. Bersih-bersih yang berakhir dengan tidur karena kelelahan sampe jam makan malam *nyengir

Layaknya sebuah camping, api unggun gak bisa dilupakan Bang Ucok malah udah beli jagung untuk dibakar malam itu. Walaupun setelah maghrib  sebagian besar udah duluan tepar, dan tersisa 5-6 orang yang niat kali untuk nyalain api unggun, ngobrol di depannya sambal makan jagung bakar. Bang ucok yang pengen jagung bakar?? Sempat muncul sebelum jagungnya mulai dibakar, trus balik ke tenda dan g sadar ketika dibangunin lagi haha

Good Morning World.. 

Pagi di kreung teunom diawali dengan saya nyari-nyari lokasi tertutup buat buang air. Penting sekali ini sodara-sodara untuk ditulis. Karena sampe 15 menit saya mondar-mandir, setiap sudut yang mau saya jadikan WC pasti ada orang yang mendadak keluar dari semak-semak itu haha. Belum lagi.. ah..suasanya cukup sulit dijelaskan haha *apa sih

ikan tangkapan penduduk lokal
Pura-puranya hasil tangkapan Kemal :p | Src : b' Ucok
Setelah makan siang kemarin, menu kita berubah total jadi all about sea food yang dimasak oleh mantan pak keuchik. Ada yang dimasak ala aceh ada juga yang dibakar. Rekor lah, setiap trip saya (terpaksa) makan ikan yang jenisnya bermacam-macam, sedangkan di rumah itu menu yang paling dihindari :D

Pagi menjelang siang, sambil ngopi-ngopi, sebagian ada yang asik foto dan video sana-sini, kita nyusun rencana selanjutnya. Naik ke ceuraceu lagi kah, atau malah langsung pulang dan singgah di kawasan lain. Akhirnya diputuskan untuk berhenti si Krueng Paleng, masih searah dengan jalan pulang kita ke desa Alue Jang. 

Sungai ini pun sangat menawan. Airnya manis, enak diminum, walaupun setiap saat harus wanti-wanti, “jangan pipis diatassss!!” . Sama dengan pas di ceuraceu, kayaknya gak ada yang pengen pindah dari sini, keenakan berendam dan main-main

Last stop, Krueng Paleng | Src : bang BW
Berat rasanya ketika harus berhenti berendam, naik ke boat dan balik ke desa. Tapi emang kondisinya udah saatnya balik, perjalanan ke Banda masih cukup jauh.

Ekspedisi ini diakhiri dengan makan siang bareng di rumah mantan pak keuchik. Setelah zuhur, Cang Panah Team kembali ke Banda Aceh, tanpa lupa berhenti sejenak di villa ngambil ember kak Ru yang ketinggalan. Lagi.. ini informasi penting, g boleh terlewatkan :p

Satu yang dapat dijadikan pelajaran dari ekspedisi ini, masih banyak orang yang gak tau bahayanya buang sampa sembarangan. Ntah itu masyarakat di pedalaman, maupun orang berpendidikan tinggi, masih ada aja yang gak tau. Sudah sepantasnya, perlahan, sedikit demi sedikit kita sosialisasikan, kita ingatkan kepada orang-orang sekitar, jangan hanya menikmati alam dengan segala keindahannya, tapi tindakan-tindakan yang dianggap sepele (baca : buang sampah sembarangan) , justru merusak alam itu sendiri.


Full team Ngopi di Geurutee
Full team Ngopi di Geurutee | Src : b. Awi


Semoga akan ada trip-trip seru lainnya!  


Saleum Cangpanah !


Additional Information :

Waktu perjalanan :
Banda Aceh – Calang : sekitar 2 – 3 Jam
Calang – Teunom : kurang lebih 45 menit
Teunom – Alue Jang : kurang lebih 45 menit

Biaya :
Sewa Mobil + Bahan bakar : 1,5 jt
Sewa Boat : 1 jt / boat. Hitungannya 1 boat 6-7 orang + logistik
Pembelian logistik disesuaikan
Sewa Tenda : 50rb/ hari / tenda . Hitungannya 1 tenda untuk 2-3 orang



You Might Also Like

17 comments

  1. tempat campingnya keren banget mbak. saya msh ada beberapa keluarga di aceh kapan2 ke sana lagi mampir ah ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, banyak banget tempat cakep di aceh
      wah..asik..kabar2i yaa kalo maen ke Aceh :)

      Delete
  2. Kak Mira, tempatnya keren banget. Kalau ada nge-Trip kayak gini lagi mau ikutlah kami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yelli.. coba cek di fb nya aceh backpacker, siapa tau ada open trip lagi. kalau yang kayak gini, kk biasanya diajak, bukan yg buat hehe

      Delete
  3. seeru banget yaa acaranya,, mga makin sukses yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihh.. seru banget memang :D

      Delete
  4. Indah sekali ya lokasinya mbak, menuju Calang ini melewati pantai Lhok Nga ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya cakep banget, bnr..kita ngelewatin jalur yg sama

      Delete
  5. Keceee Mir. Jadi akhirnya Mira buang air dimana? *pertanyaan penting*

    ReplyDelete
  6. Wah asik ya mbaak. Jadi kepengen campiiiiing. Makasih ya mbak sharing pengalamannya jadi pengen kesana.

    ReplyDelete
  7. wahhhh seru juga ia Adventure nya, heeee
    paling suka kalau camping deket laut atau sungai trus bakar" Ikan .. heee

    ReplyDelete
    Replies
    1. samaaa... ah tapi aku cukup dengan api unggun udah cukup bahagia :D
      makash ya udah mampir :)

      Delete
  8. aceh cantik sekali ya.. jadi pengen samperin :D

    ReplyDelete
  9. seruuu ya kak, berasa dimana gitu padahal di Aceh. udah lama pengen ksitu tapi blom kesampean sampe sekarang. moga...mogaa...

    ReplyDelete
  10. Kak Mir.. Seru kali..
    Iii.. aku jadi hawa juga ngetrip bareng kalian lah
    Harus ikut nih, lain kali. Semoga dapat izin..

    ReplyDelete