Ada Cinta di Setiap Sudut Madinah An-Nabawiyah

March 10, 2017


Malam itu,
ketika pesawat mendarat di negri itu
Sesuatu terselip di dada, seakan berontak dan memaksa diri keluar,
Sedikit lagi,sesaat lagi …

Malam itu,
Dalam perjalanan ke kota yang sekeliling kotanya dijaga Malaikat Allah
Ketika sang muthawif berkata, “ini perbatasan kota Madinah, maka perbanyaklah shalawat kepadanya “
Sesuatu yang terselip di dada tadi berubah menjadi buliran air hangat mengalir di pipi tanpa henti

Allahumma Shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad
Allahumma Shalli ‘aala sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad
Allahumma Shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad

Suatu subuh, hari pertama mengunjungi masjid, tempat kediaman Kekasih Allah
Dalam sujud-sujud panjang jamaah, terdengar isak tangis
Dari satu sisi masjid ke sisi lainnya
Kerinduan yang mendalam.. kecintaan kepadanya
Tak pernah terfikir akan mengalami kerinduan yang sedahsyat itu, bahkan hingga berhari-hari setelah meninggalkannya

Salah satu sudut mesjid nabawi
Salah satu sudut mesjid nabawi


Mesjid itu
Ada cinta di setiap sudutnya
Lelaki muda mendorong kursi roda ibu / bapaknya
Gadis-gadis kecil membagikan teh hangat, air zamzam, maupun kurma untuk jamaah
Senyum indah dari muslimah ntah berasal dari negri mana
Ibu-ibu yang menyimak bacaan quran jamaah yang bahkan tak pernah dikenalnya, sambil sesekali membenarkan makhrajnya

Ada cinta yang luar biasa besarnya ketika hati dan pikiran mengingatnya,
Ada Kekasih Allah di dekat kita

Tidak ada yang mendapat menghalangi atau menghentikan buliran air mata ketika kaki melangkah menuju salah satu dari taman surga,
Tempat mustajabnya doa
Tak jauh dari kediaman sekaligus maqam Rasulullah
Tak jauh dari mimbar Rasulullah
Tak jauh dari tempat Bilal bin Rabbah mengumandangkan azan
Ingin rasanya berlama-lama di sana,  berdoa dalam sujud panjang
Atau sekedar memandang kediaman / maqam Rasulullah dari kejauhan

Perpisahan pun tiba..
Perpisahanpun harus diucapkan
Ketika kaki harus melagkah keluar dari kota itu
Ketika mata dipaksa berlalu pergi tanpa bisa tiba-tiba berpaling
dan berlari kembali dan memeluk kota itu
Butiran air mata haru tak bisa dibendung lagi

Allahumma Shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad
Allahumma Shalli ‘aala sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad
Allahumma Shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad

Semoga kerinduan ini tidak pernah pudar
Semoga kerinduan ini tetap di hati
Semoga dijinkan kembali mengunjunginya lagi






You Might Also Like

1 comments

  1. Aamin
    Semoga aku juga selalu ada kerinduan untuk ke Madinah ya mba. Udah setaun nggak berkunjung ke sana bawaannya kangen :)

    ReplyDelete