Love Your Work or Work With Love?

November 08, 2016

Siapa yang gak pengen kerja sesuai dengan passion, kebanyakan orang kalau ditanya pasti jawabnya semua pengen kerja sesuai dengan passionnya mereka. Tapi sangat banyak juga yang kemudian mengorbankan passionnya karena kondisi di lapangan yang memaksa mereka melakukan hal tersebut.


which one would you choose?
Which one would you choose? 
Di lingkungan pertemanan saya pun biasanya diisi oleh orang-orang yang berkarir dengan passionnya. Atau yang lebih enak didengar " hobi yang dibayar" . Ada anak IT yang hobinya nulis, ada anak IT lainnya yang hobinya masak sampe buka usaha catering, ada anak hukum yang hobinya melukis, ada anak peternakan maennya sama art dan design, ada anak perikanan yang kerjanya malah di bidang IT dan udah jadi spesialist di bidang ini. Jauh berbeda dengan gelar diujung nama mereka ya.

Pursue your passion
Pursue your passion | Src : http://bit.ly/2fbGZtJ

Beberapa waktu belakangan bahasan kerja sesuai passion pun makin sering saya dengar. Serasa tertampar juga ketika tiap saat diomongin. Kondisi saya dengan background IT, kerja dan ngajar di bagian IT juga, yang sebenarnya bukanlah passion saya (to start with), tapi kondisi di luar itu semua tidak memungkinkan saya untuk banting setir ke passion.  

Sekalinya saya terlibat diskusi seru - walopun sebenarnya udah emosi juga haha- perihal kerja sesuai passion. 

"Kenapa gak resign kalau gak  nyaman?"
" ya, emang banyak yang harus dikorbankan kalau mau banting setir gitu"
" ya elah..belum nikah kan?tanggung jawab belum banyak... its time to live with you passion" 

dan berbagai komentar lainnya.

Antara kesal, marah, tapi emang kalimat-kalimat di atas gak 100% salah. Tapi gak banyak benarnya juga. Sayangnya, setiap diskusi (yang biasanya diawali dengan saya yang ngeluh capek karena kerjaan) yang berujung menyudutkan saya, alasan-alasan apapun gak bisa saya ungkapkan.  Karena simply, untuk orang yang sudah berkecimpung dalam dunia ini biasanya bakalan komentar, "Alasan ah " 


Love your Work


Kalau seandainya kondisi bisa ngomong, mungkin dia akan bilang, " stop blaming me! " setiap ada yang ngeluhin kondisi. Forgive us, we (will) still blame you anyway :p


Rather die of passion than of boredom
Rather die of passion than of boredom| Src : http://bit.ly/2fuqO8S

Pada sebuah laman forbes, seorang penulis menuliskan bagaimana orang-orang mengeluhkan kondisi kerja mereka, how unhappy they are, dan masih banyak komentar-komentar negatif lainnya. Padahal awalnya sang penulis berharap akan ada yang menceritakan bagaimana cara mereka menikmati kerjaan / aktifitas mereka selama ini. 

Berdasarkan pengalaman (si penulis maupun saya), di setiap pekerjaan yang kita lakukan, pasti akan ada good and bad thing, akan ada hal yang positive tapi gak bisa dipungkiri yang negative suka ikutan mampir. Kondisi ini akan selalu ada dimanapun  kita berada. 


Passion is found in all sorts of forms. 
Whatever you do, if you go in with a good attitude and see it as path for learning 
you will find much more opportunity and happiness than if you go in not inspired every day. 
(Forbes, 2015)



Satu hal yang mungkin bisa kita coba jika "terjebak" dalam kondisi ini adalah mencari minimal satu hal positif dari aktifitas kita. Sehingga setiap harinya kita akan selalu punya alasan untuk kembali  (menikmati) dengan aktifitas yang sama. Mungkin bisa dengan menambah sedikit hal-hal menarik di setiap harinya, atau exitement.  Mungkin, dan semoga.. y the time rasa cinta untuk kegiatan-kegiatan kita akan muncul secara perlahan. It takes time pastinya, tapi seiring berjalannya waktu, semakin kita nyaman dengan aktifitas tadi,  kerjaan itu bukan tidak mungkin akan menjadi passion kita. 



grab your passion
Grab your passion | Src : http://bit.ly/2fys4bI



Well.. gak mudah kayaknya, but lets try to love your work or work hard and prepare yourself to pursue your passion.  Either one of them!




You Might Also Like

10 comments

  1. Keren tulisannya kak mira, mencintai apa yang dikerjakan itu memberi tantangan dan bekerja dengan apa yang dicintai buat bahagia luar dalam.

    ReplyDelete
  2. saya pernah bekerja di bidang yang sama sekali bukan passion saya, mbak. Tapi kemudian saya belajar mencintai pekerjaan itu dan bertahan karena teman-teman di lingkungan kerja saya asik-asik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, faktor lingkungan sekitar cukup menentukan juga ya mba :) . Aku juga by the time udah mulai enjoy sama aktifitas sehari2

      Delete
  3. Saya bekerja di luar passion dan berusaha stick with it. Lama kelamaan betah banget sih tapi entah kenapa keinginan untuk berubah haluan kembali muncul lagi. Hahhaa
    ...pusing dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. pusing memang, tapi yah..kadang kondisi juga memaksa kita untuk stick with it

      Delete
  4. Passionku menulis, saya suka dan betah merangkai kata. Sayangnya, sebagian orang menganggapku pemalas. But i don't care. Yang penting aku bisa memperlihatkan hasil dari pekerjaan pemalasku itu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. er..nulis kan juga pake mikir ya..
      yap..faktanya gitu, blogger yang bisa dikatakan profesi pun dianggap bukan kerjaan..duh

      Delete
  5. Bagus" tulisannya Bu :)
    Buku"a kapan terbit :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihhh.. bukunya?? nanti juga akan ada kalau udah terbit hehe

      Delete