Curhatan Dosen (Muda) ; First Day at Uni

November 04, 2016

Setelah sebelumnya saya nulis semi drama tentang kelulusan yang gak disangka-sangka, dilanjutin dengan kriteria dosen yang saya harapkan dari dulu dan berusaha diwujudkan sekarang, kali ini postingannya masih gak jauh-jauh dari dunia perkuliahan, yaitu tentang first day teaching itu kayak gimana.

first day at school
First day at uni | Src : 


Awal-awal sebelum mulai ngajar saya sempat nanya-nanya sama teman yang duluan nyemplung di profesi ini. Semua nyaranin yang sama, di hari pertama " try to be serious" , buat kontrak kuliah sehingga mahasiswa gak nganggap kelas ini cuma sekesar pelengkap kelulusannya mereka.  Walaupun agak-agak kontra sama pengalaman sendiri, terutama di bagian absensi yang wajib itu. Tapi tetap peraturan yang udah ditetapkan kampus saya apply ke mahasiswa didik saya.

First (scary) day

Hari pertama saya menghadapi mahasiswa itu benar-benar diluar apa yang saya bayangkan. Well, dari pengalaman kuliah hampir 1 dekade, udah cukup sering ketemu sama segala jenis dosen. Ntah itu dosen senior dengan pengalaman seabrek, ntah itu dosen yang kejebak untuk ikut test dan lulus jadi dosen. Eh itu saya ya :D 

Dari 3 kelas yang saya pegang, 2 diantaranya semester 1 dengan mata kuliah pengantar, sedang satunya lagi mata kuliah yang penuh dengan materi praktikum. 

Untuk mahasiswa semester awal yang hampir semuanya baru aja lulus SMA, saya prediksikan masih culun-culun, eh ternyata yang culun rame, yang kelakuannya ajaib juga membludak.  Di hari pertama yang sebenarnya gak ada kuliah tapi cuma ngomongin materi yang akan diajarkan semester itu, kontrak kuliah sama mahasiswa, satu persatu kelakuan tadi bermunculan. Tapi segimanapun kelakuan si dedek-dedek semester awal, justru kelakuan seniornya bikin saya banyakin istighfar >.<

university life - real situation
University Life | Src : http://bit.ly/2ecOJYg

Pertemuan pertama dengan mereka dimulai dengan saya yang terlambat nyampe di kelas gara-gara nyasar udah kemana-mana. What an excuse! Tapi beneran sih, pertama kali saya menginjakkan kaki di kampus ini ya pas pendaftaran di awal, dan itu pake nyasar juga nyari gedung yang dimaksud *hiah

" Nyari siapa kak? " , nanya beberapa mahasiswa di depan ruangan yang saya tuju.
" Ini kelas yyy (nama kuliah) kan? " tanya saya lagi.
" eh iya bu " , duh..officially dipanggil ibu :D

Belum sempat basa-basi dan ngenalin diri, status saya yang mengajar di kuliah itu untuk kelas itu pun dipertanyakan. 

"Ibu siapa? "
"Kok ibu? "
"Kami mau dosen xx (nyebut nama kolega saya) " 
"tapi untuk kelas praktikum nanti kami bisa minta dosen xx yang masuk Bu? "

Jleb.

Kok gini?? 

Muka memerah, deg-degan, panik yang gak bisa disembunyiin, campur aduk semuanya.  Untuk nutupin panik yang gak ketulungan itu, saya senyum aja nanggapin mereka. Walopun sebenarnya lagi mikir, enaknya dijawab gimana ya. Jawab sebijak mungkin, tanpa emosi, tapi gimanaa


gugup di hari pertama
Gugup di hari pertama | Src : http://bit.ly/2eklD9s

Bagi sebagian orang, pertanyaan / pernyataan yang menolak kayak gitu bukanlah sesuatu yang wow, dan gak perlu sampe bingung nanggapinnya. Tapi karena saya gak punya pengalaman berhadapan dengan mahasiswa sebelumnya, ditolak mentah-mentah gitu beneran jlbe sampe ke lubuk hati yang paling dalam *halah

Balik ke statement mereka. Seingat saya, hari itu saya malah nyaranin mereka langsung ke prodi. Maksudnya basa-basi, dan yakin kalau mereka gak akan sampe kesana dan minta ganti dosen sesuai dengan permintaan mereka. Guess what.. setelah sebulan saya dapat kabar mereka beneran ke prodi *nyengir miris*

***

Alhamdulillah setelah hampir dua bulan ngajar, sikap mereka jauh lebih baik dari pertemuan awal itu.

kalau di kelas :

" Bu, kopinya enak?" , kuliah siang-siang kalau gak ngopi ya tidur kan ya hehe
" Bu, coklatnya masih ada sisa? " , kasus ini pas saya buat quiz semi lomba dengan hadiah coklat

 Bahkan mungkin agak-agak ngelunjak kalau setelah jam kuliah.  Tiap mau pulang, obrolannya jadi :

" Pulang bu? sendiri? mau saya antarin? "
" Pulang bu? saya temenin sampe parkiran deh"

" Bu, gak ada rencana pulang kampung?? "
" Iya bu, kalau kangen rumah, pulang aja " , ini celutukan yang lain. Nyari libur ya??

ck ck ck

Saya pribadi gak suka dengan gap yang ada antara yang lebih senior dengan junior, antara dosen dan mahasiswa. Tapi tetap yang namanya sopan santun, tata krama tetap harus ada. Dan slama di kelas pun, aturan untuk selalu on-time dan no plagiarism tetap saya terapkan. Hasilnya?  Smoga akhir semester akan kelihatan hasilnya hehe


Still, wish me bunch of luck dengan profesi ini yes :D








You Might Also Like

2 comments

  1. dari kecil pingin jadi dosen, namun sampai saat ini belum berhasil.
    akhirnya kesasar ke Blogger :)
    terima kasi dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh..semoga sukses dan tercapai denga yang dicita-citakan ya.
      makasih udah mampir dan salam kenal juga :)

      Delete