Put Yourself in their shoes, or shut up!

June 02, 2016

Share-sharean berita seputar working mom or stay home mom emang g pernah ada habisnya. Yg satunya bilang kalau anak perlu perhatian lebih dan be a stay home mom adalah pilihan terbaik, one and only. Ada lagi nanti komentar dari working mom yang meng-claim diri "bekerja" double bebannya..double lelahnya dibanding ibu rumah tangga. Dan seharusnya double pula dihargainya. Bahkan beberapa waktu lalu ada postingan oleh working mom terkait ibu rumah tangga yang kerjanya cuma stay di rumah, tanpa penghasilan tambahan, dan tentunya cuma " ngemis" sama suami. Duh ya bahasanya.


source : refe99.com
Komentar, dan tandingan komentar pun berjamuran. Banyak orang yang kemudian membela kaumnya, tanpa memperdulikan kondisi si kaum yang satunya.  Pernah kah terfikir keduanya pasti memiliki alasan tersendiri, keduanya punya keinginan yang sama, demi si buah hati, tapi karena kondisilah mereka kemudian memutuskan apa yang harus mereka lakukan, be a working mom or stay at home mom.

Sempat baca di suatu postingan tentang  orang-orang  yang hobi belanja barang ber-merk, barang luar. Kesannya kalau belanja barang karya anak negri ataupun merk-merk yang terkenal murah (maksudnya affordable sebenarnya) , levelnya jatuh setingkat, jadilah walaupun kemudian biaya hidup sebulan itu berkurang, yang penting tas  / sepatu/ jacket semuanya bermerk mahal. Terkesan oleh sebagian orang, bukan semua.  

Teringat dulu pas masih berstatus student , alergi rasanya masuk ke toko-toko dengan merk terkenal. Walaupun ada keinginan memiliki barang tersebut karena kualitasnya yang bagus dan bisa tahan lama tanpa harus ganti lagi, ganti lagi, tapi apa daya, uang saku disisihin beberapa lama pun kadang gak sampe hati untuk dibelikan barang ber-merk tersebut. Sampai kemudian terbeli, ntah itu karena ada voucher belanja, atau karena diskon besar-besaran, atau terkadang malah barang bekas dengan merk yang sama dan kulitas yang masih bagus, yang dengan mudah bisa kita cari di ebay misalnya. Komentarnya,  makan pun susah gak usah lah bergaya sebegitunya.

Ada lagi perihal lulusan sekolah terkenal, lulusan universitas dari negara-negara maju . Pulang kembali ke tanah air, dikata “ngemis” kerjaan sama pemerintah yang udah ngasih beasiswa . Kerja swasta ada pula dikatain gak ada kontribusinya terhadap perkembangan daerah. *lah . Gak jarang dikomentarin, karena kalian udah makan uang daerah..bantulah daerah.  Belum lagi kalau gak kerja, jadi ibu rumah tangga, dikata pula tuntut ilmu tinggi-tinggi cuma segitu aja? Sia-sia kata mereka. 

Layaknya banjir bandang yang datang tiba-tiba, tanpa bisa dikontrol, dan berakibat fatal. Rumah yang hancur lebur, sawah yang tak berbentuk lagi, harta kekayaan lainnya pun ikut terbawa arus, tak jarang nyawapun bisa melayang. mengerikan bukan?? Begitu juga ketika kita berkomentar tentang sesuatu hal yang tidak pernah kita rasakan sendiri, seenak jidat mengeluarkan statement yang ujung-ujungnya justru nyakitin orang lain.

Source : http://lifeonerepatatime.blogspot.co.id/
Gak mudah untuk menempatkan diri di situasi orang lain, dan seharusnya gak akan mudah juga untuk mengeluarkan statement yang kita sendiri gak kebayang kalau akan berada di posisi tersebut kayak gimana. Try to put your self in their shoes, but if you cant, just shut up, will you?  

You Might Also Like

10 comments

  1. Tulisan yg mengena banget mira. Sebagai stay at home father, saya ngerasain bisik2 tetangga. Pada nyangka kita duduk manis nadah tangan dari istri.
    Ga ada yg mau repot tanya, soal saya yg kerja bikin desain tiap malam setelah anak2 tidur, atau ngurus kopi setiap akhir pekan.

    ReplyDelete
  2. kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, mungkin cocok kali ya?

    ReplyDelete
  3. Sering nih kena ke ayi. Ayi off kuliah, komentar. Ayi kuliah lagi, komentar. Ayi ngeblog, komentar. Ayi main sama Kizain seharian, komentar. Dunia oh dunia, semoga Allah memberi hati yang dipenuhi kesabaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin aamiin... karena berkomentar itu udah terlalu mudah skrg :( . Semangat ayii :)

      Delete