Hypnotherapy : Pikiran (lebih) Positif, Hidup Jadi Lebih Baik (lagi)

June 04, 2016

Meyakinkan diri untuk mengakui bahwa diri mengalami “gangguan jiwa “ bukan hal yang mudah. Apalagi sampai harus ke psikiater, yang artinya terbuka dengan masalah yang dihadapi, untuk kemudian dibantu, dituntun untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Atau paling tidak diberi masukan bagaimana menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi.

Sebelumnya saya pernah tulis kalau dalam 15 tahun terakhir dua kali saya masuk UGD karena migrain dan insomnia. Yang pertama pas kelas 3 SMA, saya tiba-tiba pingsan di sekolah, dan berujung ke berbagai test yang adanya di rumah sakit jiwa. Resmilah saya dicap “agak gila” , walaupun katanya becanda. Yang kedua malam tahun baru 2014 di Jerman. Setelah beberapa minggu insomnia parah, migrain yang juga akhirnya muncul, jadilah saya melarikan diri ke UGD di tengah malam karena khawatir kejadian pas SMA dulu terulang sedang saya tinggal sendirian.

efek-efek dari insomnia
Insomnia | Src : http://www.braincorenc.com/
Bedanya dengan kejadian pertama dimana saya hanya diberi resep yang berisikan list obat-obatan, di kejadian kedua saya dapat 2 resep berbeda, satu resep pengobatan intensif (kalau bisa dibilang gitu) di klinik, termasuk terapi untuk tidur dan akupunktur, sedang yang kedua resep ke psikiater jika pengobatan dari resep pertama dinyatakan tidak berhasil. Iya.. yang pertama 50 % gak berhasil karena cuma migrain yang hilang, sedang insomnia masih aja berlanjut, well.. berkurang parahnya sedikit. Sedang psikiater? Mencari psikiater yang bisa bahasa inggris bukanlah hal yang mudah. Sebagai orang yang katanya introvert parah terbuka bukanlah hal yang mudah juga (di postingan sebelumnya saya sempat cerita sedikit ke teman-temandekat di jerman). Sampai akhirnya saya balik ke indo, insomnianya balik barengan migrain, barulah saya ingat (lagi) dengan resep yang kedua itu.

Beberapa bulan terakhir saya mulai ngorol dengan orang-orang yang beratar belakang ilmu kejiwaan,  namun pada pelaksanaannya saya masih aja “terganggu” , bahkan penyakit lainnya yang emang suka muncul tanpa sebab dan berkepanjangan pula mulai muncul lagi ke permukaan. Gak bisa dibiarkan, pikir saya. Selain mengganggu emosi, aktifitas lainnya mulai terganggu, begitu juga hubungan saya dengan orang disekitar yang semakin renggang.  

Dan akhirnya saya pun berkenalan dengan hypnotherapy. Karena untuk saya, ngobrol curhat bukanlah solusi. Karena personally, saya sendiri bingung masalahnya dimana

Hypnotherapy
Menurut mbah google, hypnotherapy merupakan terapi yang dilakukan pada subjek dalam kondisi hipnosis, yaitu suatu kondisi pikiran yang memungkinkan seseorang masuk ke dalam kondisi bawah sadar (subconscious). Alam bawah sadar ini menyimpan banyak memori, yang kita sendiri mungkin gak ingat. Misalnya waktu mencoba ngingat luka ada yg ada di tangan, ingatnya cuma dulu pernah jatuh, tapi gak inga detailnya. Nah..alam bawah sadar merekam semuanya.

Hal yang sama dengan yang seseorang yang tau punya masalah kejiwaan, tapi gak tau asal muasalnya, kejadian awalnya gimana, atau malah sebenarnya yang mengganggu pikiran dia selama ini.
Keuntungan dari hypnotherapy
Benefit of Hypnotherapy | Src : http://hypnotherapycirencester.co.uk/

Hypnotherapy dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai kasus, misalnya mengatasi kecemasan, depresi, phobia, dapat juga membantu menghilangkan kebiasaan buruk seseorang, yang dilakukan dengan pemberian sugesti.

Pernah nonton acara infotainment yang make hipnosis kan?? Fyi, hipnotis itu pelaku hipnosis, berbeda dari keseringan kita dengar, hipnotis itu dianggap kegiatannya. Di acara itu, yang dihipnosis kesannya totally gak sadar, totally lost control. Faktanya, selama dihipnosis kita completely tau apa yang sedang terjadi, bahkan bisa aja langsung buka mata dan proses hipnosisnya berhenti. Trus langsung gak sadar begitu terapistnya mementikkan jari?? Hehe..kita malah dituntun pelan-pelan, dari  mulai fokus sama satu titik, ngatur nafas, sampai akhirnya masuk ke alam bawah sadar.  Nah.. baru kemudian kita di terapi.

Oiya.. sebelum terapi kita akan ada sesi ngobrolnya juga, dijelasin soal keadaan rileks selama terapi kayak gimana. Saya malah kebanyakan, ada 1 sesi dimana saya cuma ngobrol sama terapinya, ditanyainnya dikit saya malah cerita kemana-mana hehe, baru kemudian di sesi berikutnya terapi yang sebenarnya dilakuin. Trus lagi, terapi ini gak akan bisa dilakuin kalau si client (bukan pasien kalo disini) belum siap, karena ujung-ujungnya si terapist gak akan bisa berkomunikasi dengan kita yang dari alam bawah sadar itu. Saya sendiri setelah menghubungi terapistnya sempat beberapa kali cancel, berasa gak siap lah.. nyar-nyari alasan buat gak ke terapist lah, takut ini itu lah. Kalau gini,  masalah yang harusnya dapat diselesaikan jadi gak selesai kan. Dan yang pasti, kita sendiri yang mengontrol diri kita, jadi jangan takut akan kenapa-napa hehe. Bismillah, niat saya dari awal mau bebas dengan penyakit ini, saya mau hidup normal, so...lets do it!

After effect dari terapi

Dari ngobrol-ngobrol dengan teman-teman blogger, ternyata kalau salah memilih trapist bisa berakibat fatal juga. Carilah terapist yang tidak hanya terpercaya, tapi bagus ilmu agamanya. Ingat, ini hipnotherapy. 

Setelah terapy, alhamdulillah mulai berasa ada kemajuan. Emosi yang sangat stabil, kesal dan marah alhamdulillah cuma seadanya, almost gak ada selama seminggu ini * smoga seterusnya bsia stabil. Beberapa hal yang biasanya bisa bikin saya marah sampe nangis pun seperti terhalang. Misalnya ni, ada 1 masalah yang mengesalkan sekali, biasanya saya akan marah, sakit hati walau cuma sekedar diingat, tapi sekarang perasaan marah itu gak nembus ke hati. Layaknya kertas putih yang ditulis dengan marker yang tulisannya sampe tembus ke belakang kertas, nah ini justru kayak kertas putih ditulis dengan pencil ala kadarnya, kebaca, tapi gak ngerusak kertasnya. Perasaan pun tetap ringan jadinya

Tidur? Mendingan alhamdulillah. Sakit kepala? Hanya muncul kalau udah benar-benar lelah. Walaupun baru seminggu, alhamdulillah sudah ada kemajuan, walopun capek setelah terapi kemarin masih berasa – bingung juga..ini capek apa ya gak hilang-hilang :D – tapi udah ada perubahan ke arah yang lebih baik. Dan smoga dengan baiknya si emosi ini..semakin baik pula lain-lainya, ya kerjaan, ya hubungan dengan orang-orang sekitar. 

Selain migrain, masih banyak penyakit-penyakit lain yang timbul karena banyaknya pikiran. Sebagian bisa dicek disini (dan penjelesannya) 

*****

Alhamdulillah saya ketemu orang-orang baik yang ketika saya kabari mau ikut terapi, tanggapan mereka positif dan supportif. Gak bisa dielakkan juga ada orang-orang yang ketika saya ajak ngobrol ngebahas hynotherpy kemudian malah ngata-ngatain, sampe yang paling ekstrim dikatain gak ada iman lah hehe.

Diskusi dan minta masukan dari orang sekitar sebelum memutuskan terapi bukan hal yang dilarang. Tapi keputusan akhir ada di kita. Tujuan kita apa, niat kita apa. Dan smoga smunya dimudahkan, dan kita disembuhkan :)



You Might Also Like

4 comments

  1. Semoga belajar hipnoterapinya lancar ya kakak mira..

    ReplyDelete
    Replies
    1. menarik ini kalao dijadiin bahan study.. ilmunyaa luaassss :D

      Delete
  2. wah, jadi kepingin ikut hypnotherapy karena saya suka cemas dan susah tidur nih, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. recomended mba.. inshaAllah setelah itu bakalan lebih baik. Kata seorang temen yg dokter, kalau memang ada masalah seperti itu, bukan tidak mungkin ada pengaruh trauma masa kecil jg.

      Delete