Warna-warni di Dunia Teknologi Informasi

April 12, 2016

Ingin mendapatkan tool dan tutorial pemrograman gratis? Kunjungi Intel Developer Zone http://sh.teknojurnal.com/witidz

Pembahasan seputar hobi, passion, maupun pekerjaan antara laki-laki dan perempuan memang tidak pernah habis untuk dibahas. Secara tidak langsung, ada pengaruh budaya setempat yang seakan-akan memperjelas yang mana pekerjaan laki-laki, dan mana yang perempuan. Belakangan mulai terlihat, banyak pekerjaan laki-laki yang "diambil alih" oleh kaum perempuan, sebut saja supir taksi ataupun penjaga parkir. Begitu juga dengan dunia teknologi informasi, yang memang lebih banyak dipenuhi oleh kaum laki-laki beberapa waktu belakangan mulai berwarna-warni. Padahal ya, kalau melihat sejarah, salah satu penemu perangkat IT adalah seorang perempuan.

Saya sendiri "terjerumus" dengan sangat tidak di sengaja ke dunia yang satu ini. Walaupun masih sering merasa I don't belong here , tetapi di dunia ini lah saya menghabiskan hari-hari saya selama hampir 1 dekade ini.

Banyak pengalaman menarik selama bergelut di bidang teknologi informasi, terutama selama masa kuliah dulu. Dari hari pertama mahasiswa baru berkumpul, saya mulai mencari-cari sosok feminim, rambut yang tersisir rapi, atau paling tidak ada semerbak harum parfum tercium dari kerumunan laki-laki yang gayanya.. duhh.. acak kadut, seadanya,  kebangetan seadanya. Dan hasil pencariannya?  nihil! Belakangan baru saya tahu ternyata dari 50an mahasiswa baru di semester itu yang berasal dari 47 negara yang berbeda, cuma ada 1 mahasiswinya. Glek

Be different? No problem :) | Source : http://bit.ly/1RQrOTc
Awalnya saya yang khawatir dengan kondisi minim perempuan seangkatan, eh ternyata malah teman-teman yang khawatir melihat saya yang (menurut mereka) semakin hari semakin cuek alias menjauh dari kodrat seorang perempuan yang rapi dan bermakeup *hiks. Walaupun sebenarnya dari awal saya memang bukan pengguna make-up dan sejenisnya. Kekhawatiran mereka (katanya) berawal dari kebiasaan saya yang tampil seadanya setiap kuliah pagi. Sepatu kets, rok panjang, hoodie atau parka, dan kacamata (buat nutupin mata yang masih setengah mengantuk hehe). Mungkin karena tidak ada sapuan blush on, atau maskara ataupun lipstik makanya mereka merasa ada yang "error' dengan saya. *hela nafas

Sekitar 2 minggu menjelang hari ulang tahun saya yang kesekian, teman-teman dekat mengajak saya untuk berbelanja kado ulang tahun yang katanya untuk pacar-nya dia, dan saya iya kan. Setiap mereka tanya mana yang lebih bagus saya jadi bingung, karena saya gak familiar dengan merk-merk kosmetik yang di display. Sampai akhirnya saya menyarankan mereka ke toko salah satu kosmetik nature yang katanya paling aman dipakai. Dengan bantuan si mba yang kerja disana, terkumpullah sekian banyak alat kosmetik, yanag kalau dilihat dari namanya pun saya bingung bagaimana cara memakainya

Iya,.. semuanya dihadiahin ke saya ternyata. Sambil ngopi, si teman akhirnya ngomong alasannya menghadiahkan saya adalah karena melihat ada 1 junior kita yang stylish banget, cantik banget, perempuan banget, dan mereka khawatir saya yang setelah beberapa semester dengan mereka tidak menunjukkan adanya tanda-tanda "lebih perempuan". Mereka khawatir saya akan mengalami yang namanya "krisis identitas", perempuan tetapi dari gayanya dipertanyakan keperumpuanannya. Idih. *Oiya, dalam satu kesempatan saya mengundang teman-teman dinner di rumah, dan mereka malah kaget melihat pernak-pernik yang banyak pink nya. Tidak semua yang terlihat itu, memang seperti itulah adanya hehe

Di saat yang lain, saya berpapasan dengan si junior yang cantik itu, dan harus diakui saya yang perempuan pun sempat pangling, dan bingung, saya di jurusan mana ya :D

Pengalaman lainnya ketika diawal-awal kembali ke tanah air. Selama ini saya mengira beberapa istilah technical dalam bahasa inggris diadopsi juga dalam bahasa indonesia.

Suatu hari saya mendapat tawaran untuk mengajar materi basis data di salah satu universitas swasta di kota ini, yang langsung saya tolak. Salah satu alasannya saya tidak familiar dengan basis data. Alasan saya disambut dengan tatapan aneh. Kemudian mereka mempertanyakan materi apa saja yang sudah saya pelajari sampai S2, kenapa basis data malah saya tidak familiar? Hehe.. ternyata ya.. yang mereka maksud itu database,  yang dari S1 juga mahasiswa akan sudah sangat familiar dengan namanya :D

Lain waktu, dalam suatu percakapan, teman-teman saya menyebutkan kata PHP dalam percakapan mereka. Saya terkejut dan menyangka kalau di jurusan sosial (di Indonesia) mahasiwa belajar pemrograman juga. Wah, hebat, pikir saya waktu itu. Eh ternyata PHP disini apa yang dalam bahasa gaulnya merupakan singkatan dari pemberi harapan palsu . ck ck ck . Anak Indonesia luar biasa memang kalau buat istilah begituan hehe

Kehadiran kaum perempuan yang semakin hari semakin ramai di dunia teknologi informasi ini bisa dikatakan (semakin) menambah warna-warna baru.  Walaupun masih sering risih kalau harus berada di lingkungan yang laki-laki semua, tetapi banyak cerita serunya juga. Satu hal yang harus diingat, berada di tengah komunitas yang mayoritas laki-laki, tidak mutlak mereka akan lebih memperhatikan kita, menuruti keinginan kita si kaum minoritas. Yakinlah, mereka akan menganggap kita sama dengan mereka hehe


You Might Also Like

8 comments

  1. Hmm, kok saya malah fokusnya ke kado Mira ya? :D

    #GagalFokus

    ReplyDelete
  2. Jadi kak mira kemarin s1 dan s2nya di luar negri kak?

    ReplyDelete
  3. Keren nih, S2... saya mauuuuu... hehehe
    Apalagi kuliahnya di LN... Kerrrreeeennnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe semangat smoga bisa (jalan-jalan dan kuliah) ke LN juga :D

      Delete
  4. miraaaaa.... blognya simple kereeeen... buatin punya via doooong... *outoftopic LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah itu kebanyakan featurenya mira remove via..karena g suka rame kali :D

      Delete