17an ala Bonner

August 27, 2014

Bendera merah putih yang berkibar dengan anggunnya, lantunan lagu Indonesia Raya yang walaupun hanya dinyanyikan kurang dari 15 orang peserta upacara, tapi kesakralannya masih tetap terasa.

Bisa dibilang ini kali pertama PPI Bonn ngadain acara 17an dan nyebar undangan ke komunitas indo yang ada di kota ini. Persiapan yang hanya seminggu - karena gak ada yg punya waktu luang untuk jadi panitia acara ditengah-tengah musim ujian, acara cukup berhasil, ya walopun gak bisa dipungkiri complain sana sini pasti ada *Opps

16 Agustus 2014

Supaya lebih berasa nuansa 17an nya, malam 17an kita adakan nobar film yang bernuansa kebangsaan, dan terpilihlah "Tanah Surga..katanya", sebuah film yang disutradai oleh Herwin Novianto, dan dirilis 2012 lalu. Eh tapi kita nontonnya juga gak lama sih, cukup sampai bagian dimana satu persatu permasalah yang dihadapi masyarakat di perbatasan sana. Satu persatu...tapi cukup menyayat hati. Bagaimana kondisi mereka disana, kesenjangan anatar indonesia di perbatasan dan negara tetangga, ketika masyarakat lebih memilih untuk pindah keseberang demi kehidupan yang lebih baik, ketika transaksi di masyarakat tidak lagi menggunakan rupiah melainkan mata uang negara tetangga. Dan masih banyak lainnya.



peserta diskusi yang asik ngemil :D
Tentu ini menjadi bahasan panjang, antara memiih tinggal di indonesia dengan alasan nasionalisme, atau pindah dan berdomisili di negri seberang dengan penghidupan yang lebih baik. Pilihan ini, tentu depend dengan kondisi setiap orang juga. Saya pribadi merasa tidak ada solusi mutlak dalam hal ini. IMHO

Diantara peserta nobar dan diskusi, banyak musisi-musisi handal Bonn (ceilaaahh) yang juga ikutan, rugilah ya kalo gak ditodong untuk maen musik atau nyanyi. Walopun pada akhirnya, dengan suara sepas-pasan pun..smua ikut nyanyi :D

17 Agustus 2014

Pagi-pagi panitia udah ngumpul di parkiran gedung ex kbri Bonn, cuaca yang agak-agak dingin, ada yang masih setengah tidur, ada juga yang asik sarapan di pojokan. Sambil nyiapin ini itu..sambil nunggu masyarakat yang diharapkan hadir.. ya sambil-sambilan ya.. 1 jam lebih dari waktu yang dijadwalkan, peserta yg muncul cuma beberapa - mayoritas cuma panitia, upacara singkat pun dimulai. Singkat, agak kocak - karena mendadak smua klihatan serius :D , tapi tetap khidmat. Alhamdulillah lancar.


upacara!
Menjelang siang, cuaca mulai hangat, masyarakat mulai bermunculan satu persatu. Yang cowok-cowok udah maen sepak bola sarung, yang laen siap-siap dengan lomba tiup balonnya. Ada beberapa orang asing juga yang ikutan, kesempatan untuk sekalian ngenalin budaya indonesia ke mereka. Para musisi udah stand by di posisi masing-masing, yang udah mulai lapar mulai merapat ke bagian grillen,  anak-anak juga bakalan maen permainan seru layaknya di indo sana.


anak-anak di lomba makan kerupuk. kerupuknya enaakk :D
Acara berlangsung sampe sore, walopun peserta satu persatu mulai meninggalkan lokasi acara, setidaknya panitia dan bbrapa teman masih setia disana sambil nyanyi-nyanyi gak jelas tentunya :D .

Panitia memang tidak mempersiapkan acara dengan sempurna, tapi alhamdulillah cukup senang bisa ngumpulin masyarakat indo, anak-anak bisa ketemu dan main bersama, student yang mungkin mulai eneg dengan kuliah dan ujian bisa sekedar melepas penat sambil bercengkrama di acara ini. Salut untuk PPI Bonn, panitia dan smua pihak yang membantu terlaksananya acara ini.



Sampai ketemu di acara selanjutnya :)



You Might Also Like

3 comments

  1. Sederhana namun berkesan ya acaranya... Ntar kalau udah balik ke Indonesia asik diceritakan kembali :D

    ReplyDelete
  2. Mir, itu upacaranya sampe ada yg bawain bendera dan ngibarin bendera ala2 paskibraka?

    ReplyDelete
  3. Haya nufus
    hahaha..klo di indo jadi g kerasa serunya dmn :D

    nyanya.. ya gak lah..pesertanya cuma segitu jg :D

    ReplyDelete