Yukk berbagi ! :)

May 05, 2014

Beberapa waktu lalu saya nemu advertisement di halte bus yang isinya kurang lebih ;

" harga kopi di mensa (kantin mahasiswa) 2 euro, dengan 2 euro itu kami (anak-anak di afrika) belajar membaca". 

*1 euro = ca Rp. 16000 / mei 2014

Iklan dari 2-euro-helfen ini cukup bikin siapa yang ngeliat senyum miris. Miris sama diri sendiri yang lebih sering gak sadar, walaupun hanyak 2 euro, tapi ternyata bisa membantu anak-anak diluar sana untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, 

iklan yg terbaru, diganti kopi dengan eiscream :D

Saya pribadi cukup tertampar, bagaimana kita (saya) bisa nongkrong di cafe, tapi sussaah banget buat nyisihin sedikit untuk orang-orang yang membutuhkan. Eh bukan susah juga, tapi keseringan lupa mungkin. Atau untuk student yang hampir tiap hari mampir dan ngopi di mensa, artinya hampir tiap hari juga ngeluarin sekian euro buat kopi. Apalah artinya kalau puasa ngopi sehari dan uangnya disumbangkan ke program ini. Mahal? gak.. mudah? banget..manfaat? banyaakk.

Okelah, ini programnya di jerman. Yang di tempat lain gimana? apa harus nyisihin dan ngasih ke pengemis (one of the solution, errr..is it?? ) ?

Sekitar setahun yg lalu ada seorang ustad dari indo yang sedang ke jerman, dan kita tanyai soal zakat beasiswa (juga infaq dll) dan kemana sebaiknya disalurkan. Beliau juga menjawab sebaiknya diserahkan ke lembaga terkait (misal di indo rumah zakat (RZ), pkpu dll) , dimana mereka akan mengelola dana tersebut, menyalurkan ke anak-anak yang membutuhkan. *Oiya..setau saya di RZ mereka memantau perkembangan si anak yang mendapat beasiswa juga, jadi..inshaAllah dana yang kita sumbangkan jelas kemana.

Kalau ngerasa dana yang dikumpulkan sendiri terlalu sedikit, bisa juga bareng beberapa teman lainnya, nyisihin sebagian penghasilan , atau yang paling simple nyisihin uang jajan - puasa jajan / ngopi bbrapa kali, dana bersama tersebut dikumpulkan, dan diserahkan secara continue ke lembaga tersebut.  Alhamdulillah saya dan teman-teman seangkatan di sma udah ngelaksanain program ini hampir 2 periode. Kita memogramkan perbulannya harus nyumbang berapa, namun tiap donatur (alumni) tetap diberikan kebebasan, silahkan menyumbang seberapa kemampuan masing-masing, kemudian kita serahkan ke lembaga yang dipercaya untuk mengelola dan menyalurkan dana tersebut. Dan setelah diingat-ingat, pas pertama kali kita perkenalkan program ini, juga dengan kalimat yang serupa dengan yang ada di 2-euro-helfen diatas. Ngopi! Puasa ngopi sekali, dan dananya disumbangkan. 

Dengan kata lain, dari hasil puasa ngopi sehari, kita turut memberi kesempatan kepada anak-anak itu mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan inshaAllah walaupun sedikit..semoga bisa membantu mereka menggapai cita-cita mereka di masa depan. Kalau istilah jermannya, weltbessermachen.

So, what are you waiting for? yukk berbagi :)

src : here


You Might Also Like

4 comments

  1. Keren sekali kak :D
    saya juga rencana kalau berhasil dapet beasiswa ke luar negeri akan nyisihin dana bareng teman2 untuk beasiswa juga kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita programnya di indo kok :D . Mudah2an niatnya bisa terealisasikan ya ;)..

      semangat berbagi! :)

      Delete
  2. Buagus programnya, maulah kami copas juga program yang sangat bermanfaat buat masyarakat ini ... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... selama ini ngerasa klo duitnya g banyak..kurang afdhol mau banti.. padahal berapapun juga akan membantu.

      silahkan..silahkan..alhamdulillah klo bermanfaat :)

      Delete