Valentine? not my thing :)

February 14, 2014

Menjelang 14 februari, dimana-mana muncul postingan tentang valentine, ntah itu yang galau karena harus ngerayain valentine sendirian, banyak juga seruan say No to valentine, ada juga single yang kesannya tegar dengan update status di socmed " happy independence day" :D *yang ini asli bikin ngakak haha

Dan di postingan kali ini, saya mau mengutip kisah dibalik perayaan valentine itu sendiri , in case ada yaang belum tau, pengen tau, atau mungkin lupa :)


Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II(265-270).Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius IIdengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.


Ketiga, Seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be MyValentine

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata“Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be myValentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

------

Dear temans, banyak dari kita yang membiasakan diri dengan hal-hal seperti ini. Alasannya for fun, atau karena jadi event rutin tiap tahun bareng teman dekat buat sekedar ngumpul, atau apalah lainnya. Atau mungkin malah gak ngerasa ada yang salah dengan perayaan yang satu ini. Tapi semakin kita mendekatkan diri ke hal-hal begini, secara gak sadar di kepala kita nempel pemahaman bahwa ini bukan sesuatu yang salah, so why not enjoying it? Nah, kalo udah sampe ke tahap ini, akidah kita kayaknya bakalan terancam juga.

Temans, ada yang bilang kalau gak ikutan apa yang teman-teman kita lakuin di kampus misalnya, kita bakalan susah untuk bergabung dengan komunitas itu. Bener, tapi gak 100% juga. Tinggal dijelasin aja ke komunitas alasan gak bisa ikutan ngerayain, jelasin dengan cara yang simple, yang kira-kira mereka bakalan ngerti tanpa harus nyelutuk " lo extreme banget sih! " , dan smoga mereka bisa terima alasan kita :).

*kalo tiba-tiba dapat hadiah gini gimana?

Temans, kalau emang tetap ngerasa ingin ngerayain hari kasih sayang ini, gimana kalo kasih sayangnya dicurahkan ke pengungsi sinabung, korban bencana Kelud yang sangat membutuhkan bantuan :). InshaAllah lebih barakah kan ya ? :)

*silahkan dianalisa sendiri ya pantas gaknya valentine dirayain dari sejarahnya diatas :)



You Might Also Like

6 comments

  1. Replies
    1. :) *siap nulis ini dapat coklat tapi :D

      Delete
  2. dan mungkin ada yang tetap mencurahkan kasih sayang ke pengungsi sinabung entah melalui tenaga atau materi dan mereka tetap merayakan valentine, we never know.. :)

    ReplyDelete