Tumis Keumamah Aceh

February 22, 2014

Sedikit iri melihat teman-teman -yang malah bukan asli Aceh- , nulis dan memperkenalkan Aceh melalui tulisan blognya. Ntah itu sejarah Aceh, adat, tempat wisata, ataupun kuliner asal Aceh yang memang luar biasa nikmatnya :D . Iri karena memang tulisan mereka bagus, dan mereka tau banyak tentang kampung halaman saya ini.

There is a saying, you won't know how much you love things, until you lost them. Oke, gak sampe lost juga sih, tapi di pengalaman saya, saya mulai kangen dan pengen tau banyak tentang Aceh itu setelah kluar dari Aceh. Mulai pengen keumamah, bela-belain masak kuah pliek u - yg bahannya mahal euyy --' , rendang, ataupun pepes udang. Duh, ngebayanginnya aja bikin lapar

Yang paling mudah dan murah biayanya adalah tumis keumamah. Ada banyak resep yang bisa dicontoh, misal yg ada di resep indo atau di my kitchen . Saya sendiri kalau masak selalu ngandalin rasa dan aroma yang saya ingat dari masakan mamak.





Berhubung disini gak ada dijual keumamah kayak di Aceh, dan kalau seandainya stok keumamah juga udah gak ada, tapi saya pengen banget, maka saya akan ganti dengan tuna kaleng yang bisa didapat di market seperti Aldi, Rewe.

Bahan yg dibutuhkan :
1 Genggam Asam Sunti
2 Siung Bawang Merah
3 Buah Cabe Merah
1 Sendok Teh Kunyit
*jumlah yang dihaluskan bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing

Ikan kayu (keumamah) atau tunfish can
Daun kari

Cara memasak :
1. Keumamah diiris tipis dan direndam di air selama 5-7 menit. Kalau menggunakan tunfish kalengan, tidak perlu direndam lagi.
2. Haluskan asam sunti, bawang merah, kunyit dan cabe. Untuk sebagian orang, ada yang lebih suka dicincang atau blender kasar. Saya prefer di blender sampai halus. Tumis bahan-bahan tersebut
3. Masukkan keumamah (1) kedalam tumisan bumbu, tambahkan sedikit air
4. Masukkan daun kari (jika tersedia) 5. Masak hingga keumamah melunak, dan jumlah air menyusut.


Untuk tunfish, pilih yang biasa dipake untuk salat, atau yang masih natural, belum dicampur dengan bumbu-bambu lain. Jadi ketika dimasak dengan bumbu-bumbu halus diatas, rasa yang dihasilkan masih sama seperti yg diharapkan.

Kalau masak sesuai yang dicontohkan mamak, saya sukanya keumamah dimasak dengan api yg kecil, dan hingga bumbu mengering kecoklatan. Enak dimakan dengan nasi panas. Dan gak jarang, saya gak pake daun kari :D . Tapi inshaAllah rasanya gak jauh beda sama keumamah diluar sana. Dan Alhamdlillah, enaknya (beneran enak kan? :D ) udah diapprove sama nyanya, maya, dijadikan salah satu menu utama teman-teman aceh di Bonn *bangga :D * dan berapa teman bule yang terjebak - terpaksa makan lebih tepatnya :D

So...selamat mencoba ;)



You Might Also Like

3 comments

  1. berandai-andai yang paling enak adalah berandai-andai ingin makanan lalu berbagi resep di blog lalu berangkat ke pasar belanja bahan

    #iya kali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa..di aceh mah di warung2 kecil aja bahannya lengkap..mudah --'

      Delete
  2. iyaa tapi kan gak boleh nanya ini pake penyedap atau ngga nyaa ...

    ReplyDelete