Acceptance atau Denial?

February 15, 2014

Kubler Ross, seorang swiss american psychiatrist memperkenalkan suatu model tentang tahapan kesedihan, atau lebih dikenal dengan Five stages of grief. Dimulai dari denial yang bisa diartikan menolak untuk menerima kenyataan yang pahit misalnya, anger, bargaining, depression and acceptance atau yang lebih dikenal dengan kepasrahan.

Dari kelima tahapan diatas, 2 diantaranya yang paling sering orang pertanyakan. Yang mana denial, yang mana acceptance. Versi wiki, acceptance atau kepasrahan biasanya merujuk pada kasus sewaktu seseorang mengalami situasi atau kondisi tanpa berusaha mengubah, memprotes, atau keluar dari kondisi tersebut. Sedangkan menurut saya, acceptance lebih ke situasi dimana kita menerima keadaan, tanpa harus menangisi, complain, marah-marah, yang sebenarnya ga akan merubah keadaan yang udah lewat.




Contoh misalnya ketika proposal thesis saya ditolak sampe 5x, selama 1 semester kerjaan saya fokus di proposal dengan target lulus maret ini misalnya, eh gak taunya mundur sampe ntah kapan. Ketika saya tiba-tiba sakit sampe masuk ugd, banyak loh yang menduga saya depresi, stress karena thesis ditolak terus, atau karena galau belum nikah *seriously??? . Dan ketika mereka ketemu saya yang senyum-senyum aja, yang kayaknya berusaha nutupin perasaan sedih atau stress, komentar-komentar kayak " loe lagi menyenangkan diri sendiri ya mir? menghibur diri gitu? ", dengan kata laen, I am denying my own condition, satu persatu bermunculan. Biasanya sih tetap ada kalimat-kalimat penyemangat dari mereka, dan ini bener-bener nge-boost semangat lagi *diawal pengen keplak, diakhir jadi bilang..danke ya smua :)

Tapi yang namanya pendapat orang, ya.. terserah mereka juga, itu mereka yang lihat, dan based on itu mereka berkomentar. Jangan-jangan mereka beneran ngeliat saya segitu merananya ya :D

Balik ke penolakan proposal tadi, ketika judul ditolak artinya saya harus ngerjain lagi, baca journal lagi, siapin proposal dan submit dan selalu ada kemungkinan ditolak lagi. Eneg? iya..gak perlu bohong juga sampe bilang, Ihh seneng deh ngerjain proposal lagi..gak, gak segitunya :D. Kalaupun complain misalnya, kondisi ditolak itu juga gak akan membaik. Atau saya nangis di kamar sampe tertidur dan ketika terbangun tiba-tiba profesor email dan terima proposal saya *drama banget sih*, gak akan juga kan. Daripada habisin energi gitu, mending ngapain kek, ngopi kek, maen-maen dulu gitu buat refreshing kepala trus mulai kerjain lagi.



Intinya sih bukan berarti kita gak boleh marah, kesal, tapi gimana caranya kita mengurangi rasa marah tadi, dan menerima keadaan atau situasi yang kita alami, tapi tentu saja tetap ada usaha untuk memperbaiki. Semangat!!!

" No amount of guilt can change the past, and no amount of worrying can can change the future. Go easy on yourself for the outcome of all affairs is determined by Allah's Decree. If something is meant to go elsewhere, it will never come on your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee" - Saidina Umar Ibn Al-Khatab



*ternyata thesis itu sukses bikin saya bijak :D
*eh ini masuk tahapan denial atau malah acceptance ya ? :D



You Might Also Like

12 comments

  1. whehe... perkara skrips-thesis-disertasi selalu 'menarik' untuk dibicarakan dan dikenang ya kak :D

    ReplyDelete
  2. Hahhaaha jujur gak pengen dikenang jg haha.. nikmati ajalah..smua kan juga proses ya :D

    ReplyDelete
  3. Memang terkadang kita harus mundur 1 langkah, biar bisa nyari jalan untuk maju 5 langkah. Nikmati semua prosesnya, tetap semangat, maju terus, dan Merdeka!! #mulaingawur.

    ReplyDelete
  4. mira.. setelah monkey message, lanjut dg tulisan ini.. kok aq jd teringat comen d fb ku ya..
    ah.. kamu ga pikir aq lagi desperate juga kaan..?
    *denial
    :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaha..g lah kak..gak salah lagi *eh .. bcanda :D

      Delete
  5. btw, cieeh.... template baru nih yee.... ;)
    sukaaa...
    hahaha...

    ReplyDelete
  6. Dankee..tp gak ada versi mobilenya -_-'

    ReplyDelete
  7. Jadi kapan nikah, kakak mira?
    *nanya kalem*

    ReplyDelete
  8. tesisnya tentang apa sih? kok ada teori kehilangan segala

    ReplyDelete