(Pengen) Ngerayain, tapi....

January 31, 2014

Terinspirasi dari status seorang teman di socmed tentang adanya pohon natal dan lampion yang bertebaran. Yang dijadikan permasalahan si pemilik status, kenapa justru orang-orang islam yang lebih semangat, ikut merayakan semaraknya perayaan-perayaan hari keagamaan kaum lain.

Lets take a look ke beberapa perayaan yang juga (mungkin) kita ikuti

1. Valentine.
Dengar valentine pertama kali pas smp, tanpa ngerti maksudnya apa, sejarah sebenarnya gimana. Pas tinggal di sarajevo, mereka mengartikan valentine sedikit berbeda. Kalau teman-teman dulu heboh nyiapin kado (coklat dll) untuk (calon) pasangannya, justru disana teman-teman sibuk nyiapin kado (mayoritas bunga) untuk teman, keluarga, pasangan, bahkan dosen.

Nah, dari awal saya gak tertarik dengan perayaan satu ini, tapi ketika teman-teman dekat ngasih bunga -jenis bunga yg buat teman beda dengan untuk pasangan- yaaa... saya terima :D * bunganya cantik, kasian klo ditolak :D

Untuk yang pengen tau valentine dalam islam itu gimana, salah satunya ada di link ini

2. Christmast
Beberapa hari sebelum liburan natal dan tahun baru 2013, dosen pembimbing ngajak makan malam bareng se-team. Selesai makan dia bilang kalau dinner itu hadiah natal dia untuk kita. Errr.. . Dan biasanya sebelum kita pisah pasti saling ngucapin selamat natal. Saya sempat mikir, ngucapin tapi ini masalah akidah, gak ngucapin gak sopan, jadi gimana?. Karena momennya juga pas dengan waktu libur, akhirnya saya ngucapin selamat liburan dan berkumpul dengan keluarga. *menurut pengamatan saya, christmast disini lebih ke budaya ngumpul dgn kluarga

Setelah natal, seorang teman non muslim bilang kalau tahun ini teman-teman muslimnya gak ada yang ngucapin selamat natal (termasuk saya). alhamdulillah, setelah dijelaskan baik-baik, dia ngerti, dan g mempermasalahkan lagi :)

Gimana dengan christmas dinner yang emang jadi kegiatan rutin akhir tahun di perusahaan, atau kampus?

3. Tahun baru
Ada yang nulis kita sebagai muslim cukup merayakan tahun baru islam saja, tahun baru yang 1 januari itu bukan budaya islam, dan masih banyak lainnya.

Salah satu kebiasaan tahun baru adalah tiup terompet. Gimana kalau seandainya ketika semua orang sibuk niup terompet, dan pada saat yang sama Allah juga meniupkan sangkakalanya? Naudzubillah, bagaimana kondisi saya seandainya saya harus kembali di saat yang seperti itu. Itu yang ada dipikiran saya.

Tapi kenapa tiap tahun baru saya punya acara? ngumpul sama teman misalnya. Well, berhubung cuma hari itu yang smuanya bisa ngumpul, dan mereka libur dari kerjaan juga, jadilah seakan-akan kita ngerayain tahun baru. *bukan nyari alasan

4. Hallowen
Banyak banget yang menikmati pesta yang satu ini. Orang lebih mengenalnya pesta kostum, biasanya ada labu juga, dll. Belakangan saya dengar di indo juga mulai dirayakan (oleh segelintir orang).

Kolega saya mayoritas penggila party, apapun jenisnya, isinya sama, mau itu ulang tahun, perpisahan, party awal dan akhir semester, tahun baru, smua sama. Gila! Tahun lalu saya sempat sebentar ikutan pesta hallowen yang diaadain sama teman-teman dekat, tapi karena bukan penikmat pesta dan gak nyaman lama-lama disana, gak sampe sejam akhirnya kabur dari tempat itu




Pulang dari sana, mendadak saya penasaran, hallowen ini darimana, dan kenapa dirayain (awalnya). Dan ternyata, ini menurut wikipedia ya ;

"According to many academic scholars, All Hallows' Eve is a Christianized feast initially influenced by Celtic harvest festivals,with possible pagan roots, particularly the Gaelic Samhain. Other academic scholars maintain that it originated independently of Samhain and has solely Christian roots. According to a Christian source, Halloween has Christian roots and pagan roots"

Err...

-----

Saya gak against siapapun yang mau merayakan. Ketika saya liat lampion-lampion cantik, saya tertarik dan pasti pengen photo-photo :D , ketika valentine ada yang ngasih bunga, saya terima karena emang dari teman dekat, tahun baru saya dapat kado kiriman dari teman di luar kota. Apakah dengan demikian saya sudah mendekati "menggadaikan akidah"? . Mudah-mudahan tidak *mohon pencerahan kalau ada yang tau :).

Kalau perihal yang saya tulis di paling atas, menurut saya itu cuma latah aja. Kita selalu tertarik dengan sesuatu yang baru, yang asing. Tapi baiknya ya di cek ulang, ngeri juga kalo sesuatu yang kita anggap simple dan sebenarnya cuma buat fun, justru medekatkan kita ke hal yang gak sesuai dengan agama.

Kakak saya disini sering bilang , ketika kita masuk ke komunitas yang baru dan asing, kita memang perlu adaptasi, tapi bukan berarti mengganti atau merubah prinsip yang udah kita yakini kebenarannya. Ada juga yang bilang, kalau gak ikutan budaya-budaya diatas, bagaimana kita bisa bergabung di komunitas asing itu. kalau saya bakalan bilang, silahkan. Silahkan perhatikan makna lain dari perayaan-perayaan itu. Misal tahun baru sebenarnya cuma pengen liat petasan-petasan cantik dilangit malam itu, christmast dinner yang sebenarnya cuma makan malam bareng keluarga atau kolega tanpa ada ritual-ritual keagamaan yang kita ikutin.

Saya tidak bermaksud membenarkan hal-hal diatas, tapi cuma mencoba melihat dari sisi yang berbeda. Seperti koin yang punya dua sisi berbeda, segala sesuatu di dunia ini juga sama. Merayakan silahkan, tidak merayakan juga silahkan :)



You Might Also Like

6 comments

  1. kalo hallowen jadi di banda aceh gimana ya ?
    hjahahaha

    ReplyDelete
  2. kayaknya bakal dilarang keras :D

    ReplyDelete
  3. hallowen identik dengan labu yang diukir syerem-syerem ya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...klo di kita liat labu udh pengen dibuat timphan ya kak :D

      Delete