Sendiri ---> Mandiri --> Bossy???

February 28, 2012

Saya percaya, bahwa setiap individual itu tidak bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan (bantuan) orang lain. Saya juga percaya, when the person you need is not there at that momment, kita..sebagai individual, masih tetap bisa bertahan, melanjutkan apa yg harus kita lakukan.

(Kok jadi ribet ya jelasinnya :p )

Kalo kata kenalan saya, Jangan bergantung dengan siapapun, karena itu yang membuat kita lemah. Intinya..MANDIRI. Saya sendiri agak kurang setuju, gak sepenuhnya setuju dengan kalimat kenalan saya itu. Mandiri itu perlu, tapi gak jarang mandiri itu jadi bernilai negatif. Satu hal yang saya yakin, mandiri itu bisa karena didikan keluarga, bisa juga karena tuntutan dari sekitar kita, atau kondisi yang memaksa kita untuk harus mandiri.

Sejak kuliah, jauh dari rumah, jauh dari komunitas indo, mau gak mau saya harus bisa mandiri, bisa ngerjain segala sesuatunya sendiri, mencoba dan selalu harus ngambil keputusan sendiri. Dari hal2 sepele, belanja keperluan pribadi yang dari dulu gak pernah saya lakuin,karena selalu ada kakak2 saya yang bantuin. Masak, bukannya gak ada makanan halal di Sarajevo, tapi dengan uang saku seadanya dan sangat terbatas, masak adalah solusi utama, dari mulai cuma masak omelet, sebulan - bosan, ganti dengan menu2 ringan lainnya <-- belajarlah masak sejak dini ya :D , mulai manage sgala hal di rumah, di kampus, susahnya nghadapin orang2 asing disekitar yg gak jarang sangat mengintimidasi, tlalu mencampuri kehidupan pribadi saya, gak jarang pemahaman agama yg berbeda (ini masih nyambung dgn mandiri g ya :D :D)

Tidak jarang saya dengar kalimat , mira bisa ngerjain semua sendiri ya.. mandiri banget..gak (terlalu) butuh bantuan orang lain, wajar klo diijinin kluar negri

senang?? saya justru gak senang dengan kalimat itu. Se-mandiri apapun seseorang itu..ada kalanya dia bakalan butuh (bantuan) orang lain.

**dan lebih gak senang lagi, klo yang bilang itu orang yang baru saya kenal, orang yang baru bbrapa kali jalan bareng saya. Walopun yang dia maksudkan (mungkin) bernilai positif, bagi saya...lebih banyak negatif nya *uppss **


Ketika saya mengambil keputusan (yg agak ngasal awalnya) untuk kuliah di negara yang masih sering dipertanyakan kondisi pasca perang-nya..saya udah tau konsekuensinya saya bakalan sendiri. Tapi "sendiri" yang saya bayangkan waktu itu, ternyata benar2 memaksa saya untuk bisa sendiri, bisa mandiri.

Kalau sekarang saya masih bisa nelp keluarga, kawan2 indo yg juga di Jerman untuk sekedar share, curhat, atau minta masukan, pada saat yang sama saya butuh mereka. Tapi kalau dulu, semua terkesan impossible. Sesekali saya chat sama bbrapa teman SMU. kadang kalau masalah yang saya hadapi udah sampe bikin stress, baru deh saya hub mereka..nghayal chat bareng. Thanx to them..slalu dapat wejangan dari mereka, it made me relief whenever i talked with them.

------

Ok..kayaknya saya agak2 ragu makna mandiri itu sendiri apa

Ketika saya mengambil inisiatif dalam melakukan suatu hal, saya dianggap mandiri
ketika saya memberikan masukan, pendapat akan suatu hal, saya dianggap mandiri
ketika saya mengambil keputusan, saya dianggap mandiri..dan gak jarang dianggap bossy (astaghfirullah..mudah2an g )
ketika saya berbicara dengan tegas, saya dianggap mandiri *nah loh


Lennestr, 27.02.2012
masih ditemani music2 geje dari party sebelah

You Might Also Like

0 comments